Forkommas PANPL Hadiahi Kepala BNNP Lampung Badik, sebagai Penyemangat Lebih Giat Berantas Narkoba

  • Bagikan
Kepala BNNP Lampung dihadiahi Badik oleh Forkommas PANPL sebagai simbol 'War on drugs' pemberantasan narkoba di Lampung. Sumber Foto: Forkommas PANPL

RADARLAMPUNG.CO.ID – Ada hal unik yang dilakukan Forum Komunikasi Masyarakat Penggiat Anti Narkoba Provinsi Lampung (Forkommas PANPL) saat beraudiensi dengan Kepala BNNP Lampung Brigjend Pol. Drs. Jafriedi, M.M., Jumat (25/6). Ya, menjelang satu hari peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2021 itu, Forkommas PANPL memberikan cenderamata berupa “Badik” senjata khas Lampung kepada Brigjend Jafriedi.

“Iya benar, dua hari lalu (25/6), kami menghadiahi Badik Lampung ke Kepala BNNP Lampung Bapak Jafriedi. Ini sebagai simbol dan harapan masyarakat Lampung untuk peningkatan serta akselerasi Pencegahan dan Pemberantasan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Lampung,” ujar Ahmad Apriliandi Passa sebagai Inisiator audiensi Forkommas PANPL ke BNNP Lampung saat dikonfirmasi Radar Lampung, Minggu (27/6) malam melalui saluran telepon seluler.

Apri menjelaskan, pada audiensi tersebut Kepala BNNP Lampung yang didampingi Kabid P2M Ahmad Alamsyah sangat mengapresiasi kehadiran penggiat anti narkoba dari masyarakat.

Di mana, Kepala BNNP sampai 1,5 jam  memberikan arahan, petunjuk dan data terbaru hasil survey LIPI. Di mana, dari data yang diterimanya, menyebutkan korban keterlibatan penduduk Lampung yang terpapar narkoba mencapai 3.811 orang dan yang mengikuti program rehabiltasi baru mencapai 1.126 orang.

Sedangkan, kapasitas Loka Rehabilitasi BNN Kalianda hanya dapat menampung 97 orang dengan lama perawatan 50-120 hari. “Jadi dengan kapasitas yang ada di Loka Kalianda butuh hampir 4 tahun lagi untuk dapat merehabilitasi penyalahguna narkoba itu dengan catatan tidak ada penyalahguna narkoba lagi, dan saya pikir hal ini mustahil,” jelas Apri.

Melihat beban berat yang diemban oleh BNNP Lampung itu, Apri menyebutkan Forkommas PANPL menghimpun lembaga-lembaga dan penggiat-penggiat yang ada untuk memberikan dukungan moral dan menyatakan siap dilibatkan BNNP Lampung dalam program-program yang dilakukannya. Seperti program Desa Bersinar (Bersih dari Narkoba) yang telah memasuki gerakan pencanangan pada 26 Juni 2021.

Ada 6 desa di Lampung yang menjadi lokasi awal pilot project. Yakni Kelurahan Gedong Air-Bandarlampung, Desa Bumi-Way Kanan, Kelurahan Purwoasri-Metro, Kelurahan Sukamulya-Lampung Selatan, Desa Rajabasa Lama I-Lampung Timur, dan Desa Sinar Banten-Tanggamus.

Selain itu, Apri menyebutkan bahwa Forkommas PANPL juga tetap melaksanakan kegiatan-kegiatan, antara lain menjalankan kampanye sosialisasi bahaya narkoba di tengah masyarakat dan mengajak penggiat anti narkoba yang lebih banyak lagi, sehingga mempersempit pemakai dan pengedar narkoba di Lampung.

“Kami berharap Bumi Lampung masyarakatnya dapat berjaya dan bersinar,” tutupnya. (gie/sur)




  • Bagikan