FPML Demo Bawaslu, Desak Telusuri Dana Paslon

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Front Pembela masyarakat Lampung demo di depan kantor Bawaslu Provinsi Lampung, Senin (4/6). Aksi yang diikuti sekitar 50 orang ini menuntut bahwa suatu gas dalam menindak soal aliran dana kampanye pasangan calon.

Dalam rilis yang diterima radarlampung.co.id Didik Juniadi selaku koordinator Konsorsium FPML mengatakan, Bawaslu harus bekerja secara profesional, independen, transparan, dan amanah sesuai sumpah jabatan sebagai pengawas pemilu.

“Kami mendesak Bawaslu Lampung meminta kepada pusat pelaporan dan analisis transaksi keuangan (PPATK) agar menelusuri dan menganalisis aliran dana suruh paslon melalui rekening pribadi atau rekening kampanye dan rekening Tim Sukses untuk pilgub Lampung,” sebut dia.

Mereka juga meminta untuk mendesak dan menurut Bawaslu Lampung untuk mendiskualifikasi paslon nomor 3. Karena banyaknya temuan baik oleh masyarakat Panwas dan Gakkumdu yang terindikasi kuat money politik secara masif dan memprovokasi masyarakat.

Baca Juga:   Tahun Ini, Bandarlampung Terima 105 Unit Bantuan Bedah Rumah BSRS

“Apalagi pasal nomor 3 itu diduga kuat dibiayai pribadi atau korporasi oleh PT Sugar Group Companies di dalamnya ada Ny Lee Purwanti yang dibuktikan dengan visual estimasi dana yang digunakan sangat fantastis. Mulai dari event, artis, APK lainnya. Itu diduga melebihi dana yang disepakati. belum lagi kehadirannya Ny. Lee yang sangat mendominasi di berbagai kegiatan Arinal-Nunik,” tambah dia.

Untuk itu harusnya KPU dan Bawaslu mau update dana kampanye secara transparan akuntabel oleh pihak yang independen dan kredibilitas melalui akuntan publik profesional. Jika tidak maka lebih baik mundur sebagai jabatan anggota Bawaslu Provinsi Lampung.

“Lebih baik mundur saja dari anggota Bawaslu Provinsi Lampung karena tidak mampu menjalankan amanah dan fungsi pengawasan pilgub Lampung,” jelas Didi.

Baca Juga:   Catat, Ini Penjelasan Divre IV Tanka Soal Kartu Vaksin dan Syarat Naik Kereta

Aksi demo di depan kantor Bawaslu, pengunjuk rasa membawa keranda. Terlihat pengaman dari pihak kepolisian selama aksi demo. (rma/gus)




  • Bagikan