Gagal Berangkat ke Peparnas, Atlet Tenis Meja Kecewa

  • Bagikan
Atlet Peparnas saat pelepasan di Balai Keratun. Foto Rizky Panchanov/Radarlampung.co.id
Atlet Peparnas saat pelepasan di Balai Keratun. Foto Rizky Panchanov/Radarlampung.co.id

Radarlampung.co.id – Atlet cabang olahraga (cabor) olahraga tenis meja kecewa karena tidak berangkat ke Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVI di Papua.

Hal itu diungkapkan oleh Triyanto. Ia kecewa lantaran empat atlet tenis meja Sukiyatno, Zulfikar dan Hendrik serta dirinya gagal berangkat. Padahal ia sudah mempersiapkan latihan selama dua tahun untuk bisa mengikuti kejuaraan nasional khusus penyandang disabilitas itu.


“Alasan ketua NPC (National Paralympic Commitee) Lampung tidak ada biaya karena anggarannya terbatas hanya Rp100 juta. Tenis meja hanya satu nomor yang diberi kesempatan untuk berangkat. Padahal andalan kita ada di beregu dan ganda yang di PON 2016 menyumbangkan medali. NPC justru memberangkatkan atlet dari cabor lain yang belum pernah mendapat medali,” ujar Triyanto dihubungi, Jumat (29/10).

Ia lalu meminta kuota kepada NPC Lampung agar tenis meja diberi dua nomor untuk bisa berangkat. Namun NPC Lampung bergeming.

“Kita minta kuotanya dua. Tapi tidak dikasih. Oke, kita terima. Tapi kita minta atlet kursi roda tenis meja yang berangkat. Karena dia belum pernah ke Peparnas. Tapi tidak disetujui karena alasannya kalau kursi roda banyak pendamping,” bebernya.

Baca Juga:   Warning! Capaian Vaksinasi tak Capai Target, Tukin dan Siltap Ditunda

Ketua NPC Lampung Pramono meminta empat atlet tenis meja tuna daksa tersebut seleksi untuk memperebutkan satu nomor. “Betul seleksi. Jatah satu orang, ketua NPC minta seleksi. Kita tidak mau seleksi karena berebut hanya untuk satu kursi. Kita takut salah paham. Akhirnya kami memutuskan untuk tidak berangkat,” tandasnya.

Terpisah, Plt. Kadispora Lampung Desca Tama Paksi Moeda mengatakan, pihaknya belum mendapatkan informasi tersebut secara langsung.

Namun, terkait pembinaan. Sebab pembinaan berada di NPC Lampung. Dan NPC lah yang berwenang menyeleksi dan menentukan atlet yang akan berlaga di Peparnas.

“NPC yang menentukan apakah atlet itu qualified bisa berangkat atau tidak. Tugasnya Dispora kan menyerahkan dana hibah ke NPC Lampung dan itu sudah dilakukan,” ujarnya diwawancarai wartawan usai pelepasan atlet Peparnas di Balai Keratun.

Baca Juga:   Datangi Pemprov Lampung, Buruh Minta Besaran UMP 2022 Dikoreksi

Anggaran untuk Peparnas ini, ujarnya, sebesar Rp100 juta. Prosesnya kata Desca, di tahap perencanaan dan dianggarkan serta direalisasikan sesuai permintaan NPC selaku penerima dana hibah.

Sedangkan Ketua NPC Lampung Pramono menjelaskan, empat atlet tenis meja tersebut tidak mau ikut seleksi. Padahal syarat untuk ikut Peparnas adalah seleksi atlet.

“Karena 2016 dia mendapat medali. Di situ namanya olahraga pasti kan ada seleksi. Mereka diseleksi nggak mau. Malah nunjuk atlet yang nggak pernah kenal sama saya, nggak pernah ikut Peparnas dan nggak pernah ikut kejurnas,” katanya ditemui saat pelepasan kontingen Peparnas Lampung.

Pramono bersikukuh keempatnya untuk seleksi di nomor tunggal tenis meja. “Yang penting seleksi dahulu nomor tunggal ini. Untuk nomor ganda nanti dulu, kita rembukan lagi. Sebelum seleksi saya konfirmasi ke Dispora. Kalau layak ya berangkat, karena kan itu hak NPC yang menentukan. Tapi ya mereka tetap nggak mau,” ungkapnya. (nca/sur)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan