Gagal Nyaleg, KPU Pesbar Digugat ke DKPP

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Lima Komisioner KPU Pesisir Barat (Pesbar) harus menjalani proses persidangan kode etik di Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Kelimanya dilaporkan salah satu caleg yang gagal maju dalam Pemilu 2019.

Ketua KPU Pesbar Yulisman mengaku dirinya bersama empat komisioner lainnya kini tinggal menunggu proses persidangan di DKPP. Ini buntut dari laporan salah seorang Caleg yang gagal masuk dalam Daftar Calon Tetap (DCT).


Yulisman menyayangkan adanya laporan yang masuk ke DKPP tersebut. Pasalnya, dia menilai selama ini pihaknya telah melaksanakan mekanisme sesuai undang-undang dan aturan yang berlaku saat ini. “Iya menurut kami, kami sudah menlaksanakan mekanisme sesuai undang-undang dan aturan yang ada,” ujar Yulisman melalui ponselnya, Kamis (3/1).

Baca Juga:   SKPP Latih Kader Jadi Bawaslu Agent

Menurutnya, hal yang telah dilakukan pihaknya dengan mencoret Caleg tersebut dari daftar sudah sesuai mekanisme. Sebab, ada persoalan kekurangan administrasi diberkas caleg yang bersangkutan. Ironisnya lagi, caleg dan parpol sebelumnya tak lebih dulu melakukan gugatan ke Bawaslu setempat.

“Ya kami melihat memang agak aneh, harunya temen-temen parpol kalau merasa dirugikan bisa langsung ke Bawaslu. Inikan, belum sempet gugat ke bawaslu,” imbuhnya.

Yulisman mengaku mengetahui adanya laporan ke DKPP seminggu belakangan. Ini melalui surat tembusan dari KPU Provinsi Lampung. Meskipun begitu, dia berharap kasus ini tetap berjalan lancar dan sesuai koridornya.

Yulisman juga membantah dugaan adanya pemberian uang tertentu yang masuk ke kantong komisioner KPU Pesbar. “Ya mudah-mudahan cepat selesai. Soal uang juga ya nggak ada, ya terserah ya mereka mau buat narasi apa saja ya,” tandasnya.

Baca Juga:   Vaksinasi Partai Gerindra Disambut Antusias Oleh Warga

Terpisah, Ketua KPU Lampung, Nanang Trenggono menjelaskan bahwa caleg yang tak masuk dalam daftar calon tetap ini akhirnya melaporkan kesalah satu organisasi dan melaporkan kasus ini ke DKPP. Di sisi lain, KPU Lampung juga sudah mempersiapkan diri dengan melakukan klarifikasi pada 5 komisioner tersebut.

“Kami sudah memanggil semua Komisioner ini ke KPU Lampung. Kami memanggil ini untuk dugaan transaksi (uang) ke KPU Pesbar. KPU Pesbar sudah menjelaskan kalau tidak ada transaksi,” jelas Nanang dikantornya Kamis (3/1). (rma/kyd)




  • Bagikan