Gajah Betina Mati Mengenaskan

  • Bagikan

 

Foto gajah betina itu diposting oleh aktor Chicco Jerikho di akun Instagramnya. Dia menilai perburuan dan pembunuhan terhadap gajah liar di Indonesia ternyata masih ada.”Belum usai kasus #RIPBunta, ada lagi gajah mati, kali ini di Bengkulu. Gajah Betina, ditemukan mati dengan luka rahang mengaga karena diambil Calingnya (jantan gading,betina Caling). Ini salah satu bukti kalau jaringan persagangan satwa liar masih eksis. Kalau pembunuh Bunta belum terungkap dan diadili, jaringan pemburu mungkin akan terus beroperasi,” tulis Chicco, Minggu (1/7).

Baca Juga:   Sebelum Bunuh Diri, Curhat ke Tetangga Soal Kesulitan Ekonomi

Sementara itu, Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu mengatakan gajah betina yang mati tersebut diperkirakan berusia 20 tahun. Penyebab kematian saat ini masih diseslidiki.

“Lokasi ditemukannya gajah di HP Air Teramang, 3.5 km dari kawasan TNKS, di kebun sawit baru tanam milik warga Desa Tunggang, Mukomuko. lokasi kejadian masuk wilayah Desa Retak Mudik, Kec. Sungai Rumbai, Kab. Mukomuko. Disekitar lokasi juga ditemukan kotoran dan jejak kaki kelompok gajah liar, serta dua pondok kebun telah dihancurkan oleh gajah liar. Hasil pemeriksaan TKP yang diambil untuk tujuan pemeriksaan toksikologi dan histopatologi. Dari pemeriksaan bedah bangkai menunjukkan beberapa organ sudah mulai hancur dan membusuk,” ujar Kasubag TU BKSDA Bengkulu, Suharno kepada detikcom.

Baca Juga:   Bangga, Bupati Winarti Tiga Besar Lulusan Terbaik Program Pasca Sarjana IPDN

“Penyebab pasti kematian masih dalam proses penyelidikan aparat gabungan dari Dirjen Gakkum-BKSDA Bengkulu-TN Kerinci Seblat-polsek Sungai Rumbai-Koramil Ipuh dan pihak Desa setempat. Hutan Produksi Air Teramang dan sekitarnya merupakan habitat populasi terakhir kelompok besar gajah liar di Bengkulu,” imbuhnya. (dtc/ynk)




  • Bagikan