Gali Lubang Bawang Tanah, Pencuri Lantas Gasak Uang Puluhan Juta

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pelaku tindak kriminal kian memakai seribu cara untuk mengakali korbannya. Terbaru, pelaku pencurian di Bandarlampung berhasil menggasak uang puluhan juta dengan menggunakan modus tak biasa.

Korbannya yakni dua toko yang berada di Jl. Kartini (pasar tengah), Tanjungkarang Pusat, Bandarlampung. Masing-masing yakni toko Batik Indonesia dan Toko Arifin. Keduanya menjual berbagai perlengkapan aksesoris.

Karyawan toko Batik Indonesia, Shihab (20) mengatakan, pristiwa itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 4.00 WIB, Jumat (30/4). Namun, dia baru mengetahui hal tersebut saat akan membuka toko sekitar pukul 8.00 WIB.

Shihab mengaku sempat terkejut dan bingung saat mendapati lantai di toko tersebut berlubang dengan diameter sekitar 50 centimeter. Diketahui, di bawah lantai toko tersebut terdapat sebuah gorong-gorong.

Baca Juga:   Polisi Cari Pelaku Pengrusakan

Diduga pelaku yang beraksi seorang diri tersebut memanfaatkan gorong-gorong yang ada di bawah lantai toko sebagai akses keluar masuk setelah melubangi lantai toko.

“Saya kaget waktu datang, tahu-tahu lantai di toko sudah berlubang. Lubangnya lumayan besar cukup untuk satu orang, sekitar 50 centimeteran,” kata dia.

Dia mengatakan, pelaku sempat mengambil DVR CCTV milik toko Butik Indonesia. Diduga, pelaku yang tidak menemukan apapun di toko tersebut. Namun pelaku tak begitu saja menyerah.

Pelaku disinyalir lantas pergi ke lantai tiga dan menyebrang ke toko yang ada di sebelah toko Butik Indonesia, melalui flapon atau celah ventilasi. Hal itu diketahui lantaran toko Candy yang berada tepat di samping toko Butuk Indonesia mengaku kehilangan sejumlah minuman serta es krim yang tersimpan di sana.

Baca Juga:   Kembali Terlibat Narkoba, Narapidana Dituntut 19 Tahun Penjara

Setelah menyebrang ke toko Arifin, pelaku menggasak sejumlah uang tunai yang tersimpan di laci toko tersebut. Hal itu dibenarkan penasihat hukum toko Arifin, Fitra Zuli.

Dia mengatakan, sebelum kejadian tersebut kliennya sempat mengambil uang tunai senilai Rp50 juta untuk keperluan zakat. Uang tersebut kemudian ditinggalkan di laci toko tersebut.

“Awalnya klien saya tidak tau kalau uangnya hilang. Karena tidak ada tanda-tanda toko yang dirusak, begitu dengar kabar kalau toko Butik Indonesia kemasukan maling, klien saya langsung cek laci dan ternyata uangnya sudah tidak ada,” sebutnya.

Dia juga mengatakan, tidak ada tanda-tanda pengerusakan pada flapon maupun lantai di toko Arifin. Diduga pelaku masuk ke dalam toko melalui celah ventilasi yang ada di toko.

Baca Juga:   Petugas Ungkap Kasus Pencurian Ponsel Tahun 2018, Ini Kronologisnya

Terpisah, Kapolsek Tanjungkarang Barat Kompol David Jeckson Sianipar saat dikonformasi membenarkan kabar pristiwa tersebut. Dia mengatakan, anggotanya bersama tim Inavis juga telah melakukan olah TKP.

Pelaku, kata dia, beraksi menggunakan modus baru. “Ini tergaolong modus baru, yakni masuk ke dalam toko melalui gorong-gorong yang ada di bawah lantai,” katanya.

Saat ini, sambung dia, anggotanya bersama Satreskrim Polresta Bandarlampung juga sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut serta mengumpulkan keterangan saksi dan bukti-bukti yang ada di lapangan.

“Saat ini, kita sedang melakukan penyelidikan intensif bersama dengan Satreskrim Polresta Bandarlampung untuk mengungkap tindak kriminal ini,” pungkasnya. (ega/sur)



  • Bagikan