Gali Potensi Wisata, Bupati Tubaba Ajak Seniman Bali Keliling Tiyuh

  • Bagikan

radarlampung.co.id-Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba) Umar Ahmad bersama Wakil Bupati Fauzi Hasan, mendampingi Arsitek Pariwisata Gde Kresna mengunjungi sejumlah tiyuh. Diantaranya Tiyuh Pagardewa Kecamatan Pagardewa, dan Tiyuh Gunung Terang, Kecamatan Gunung Terang.

Kunjungan ke tiyuh-tiyuh tua tersebut untuk melihat potensi wisata di dua tiyuh itu melalui kacamata arsitek kenamaan yang telah sukses membuat daerahnya sebagai tujuan wisatawan.


Yang pertama yang dikunjungi adalah Tiyuh Pagar Dewa. Umar bersama Gde Kresna bertamu ke sejumlah rumah-rumah penduduk di kampung halaman Wakil Bupati Tubaba ini. Rombongan melihat bangunan berikut berbagai ornamen rumah adat Lampung yang kelak akan dijadikan sebagai daya tarik wisata Bumi Ragem Sai Mangi Wawai ini.

Bukan hanya itu Gde Krisna dan Umar Ahmad juga melihat berbagai peralatan rumah tangga milik masyarakat setempat. Diantaranya peralatan-peralatan dapur dapur seperti lekkeu ( tempat menaruh kuali atau panci) yang terbuat dari rotan.

Di kampung ini banyak ditemui peralatan untuk menangkap ikan. Diantaranya bubu rawa, bubu sungai, dan bubu belut.

Selain itu mereka juga mengunjungi bangunan makam Minak Pati Pejurit yang ada di kampung setempat. Makam tokoh asal Tubaba ini rencananya akan direnovasi dengan menggunakan kayu.

Langkah ini merupakan upaya pemerintah Kabupaten Tubaba melestarikan dan mengenang jasa-jasa para pahlawan yang ikut serta memajukan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kunjungan bersama arsitek pemilik Rumah Intaran ini dilanjutkan dengan menggunakan kapal motor menuju Gunung Terang. Perjalanan ditempuh selama 1,5 jam.

“Pak Gde Kresna arsitektur sekaligus pemilik Rumah Intaran dan Pengalaman Rasa di Bali ini kami ajak untuk melihat potensi wisata di Pagar Dewa dan Gunung Terang dari kacamatanya,” terang Umar kepada radarlampung.co.id, senin (25/3).

Umar menegaskan dirinya mengajak arsitektur asal Bali tersebut dimaksudkan untuk melihat Kabupaten Tubaba dalam perspektif orang lain. Terlebih, Gede Kresna yang telah memiliki pengalaman membuat tempat wisata sekaligus bersentuhan langsung dengan wisatawan yang berkunjung ke Pulau Dewata Bali. (fei/wdi)




  • Bagikan