Gandeng OJK, FEB UM Metro Gelar Training Literasi dan Inklusi Keuangan untuk Pencinta Korean Wave

  • Bagikan
foto dok UM Metro

RADARLAMPUNG.CO.ID-Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Metro menggelar Training Literasi & Inklusi Keuangan bagi Korean Wave di Indonesia. Tim tersebut terdiri dari dosen dan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Pengabdian Kepada Masyarakat ini didanai LPPM UM Metro melalui hibah dana stimulus Abdimas. Dengan menggandeng OJK Lampung Training yang dilakukan secara daring via zoom meeting ini diadakan selama tiga hari 9-11 April 2021.

Training diawali pre-test, pemberian materi dan diakhiri dengan post-test. Adapun ketua tim pengabdi kegiatan ini adalah Nina Lelawati, S.E., M.M., dan beranggotakan Fitriani S.E., M.M., Elmira Febri Darmayanti, S.E., M.A.B., serta melibatkan tiga mahasiswa/i fakultas ekonomi dan bisnis. Yakni Abi Melin Monitaria, Guntur Aji Pamungkas, Serta Ago Rival Pramono dalam pelaksanaannya.

Pada hari pertama, pemateri dari OJK Lampung Aprianus Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Lampung John Risnad memberikan materi. Selain itu Dwi Krisno Yudi Pramono (Kepala Subbagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen) dan Dewi Indah Hanggono (staf Edukasi dan perlindungan konsumen) juga menyampaikan materi tentang literasi dan inklusi keuangan.

Di hari kedua, materi disampaikan dosen  FEB UM Metro, antara lain tentang pengelolaan keuangan sederhana disampaikan oleh Angga Kurniawan, S.E., M.Sc., Peluang Usaha dan Pengantar Kewirausahaan oleh Elmira Febri Darmayanti, S.E., M.A.B., dan Self Development oleh Nina Lelawati, S.E., M.M.

Sedangkan di hari terakhir digelar sesi Sharing Mimpi dan cara untuk mewujudkannya yang disampaikain oleh mahasiswa FEB UM Metro Ago Rival Pramono, Guntur Aji Pamungkas, Abi Melin Monitaria dan perwakilan mitra pengabdian Irene Ayu Anggraeni, S.E., dan Sindi Okvaniar, S.Kom.

“Tujuan kegiatan ini untuk memberikan edukasi secara mendalam tentang literasi dan inklusi keuangan khususnya kepada para pecinta Korean wave di Indonesia yang kita tahu didalamnya banyak terdapat generasi-generasi muda indonesia, serta cara pengelolaan keuangan sederhana, cara melihat peluang usaha dan edukasi tentang berwirausaha untuk menstimulasi & mengembangkan ide kreatif sehingga ada peningkatan dalam mutu SDM kedepannya. Dimana kita tahu biasanya banyak orang yang berfikir bahwa pecinta Korean wave itu terkenal dengan pola hidup konsumtif,” kata Ketua Tim pengabdi, Nina Lelawati, S.E., M.M.

Dirinya berharap, kegiatan training ini akan memberikan dampak positif kedepannya bagi masyarakat. Sehingga generasi muda khususnya pecinta Korean wave di Indonesia bisa menjadi SDM yang lebih produktif dan berdayaguna bagi masyarakat, serta Negara. (rls/wdi)



  • Bagikan