Gara-gara Buku Tematik, Disdikbud Pesawaran Diajak Hearing

  • Bagikan
Rizki Aulia Bagdad, siswa kelas 1 SDN 36 Negerikaton, Pesawaran menunjukkan foto kopi buku tematik yang harus dibayar. FOTO FAHRURROZI/RADARLAMPUNG.CO.ID
Rizki Aulia Bagdad, siswa kelas 1 SDN 36 Negerikaton, Pesawaran menunjukkan foto kopi buku tematik yang harus dibayar. FOTO FAHRURROZI/RADARLAMPUNG.CO.ID

radarlampung.co.id – DPRD Pesawaran mengagendakan hearing dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam waktu dekat. Ini terkait pulangnya Rizki Aulia Bagdad (7), siswa kelas 1 SDN 36 Negerikaton karena belum membayar buku foto kopi tematik.

”Ya, kita akan jadwal hearing guna mengonfirmasi hal tersebut. Tentunya ini menjadi koreksi kita bersama,” kata anggota Komisi IV DPRD Umroni kepada Radarlampung.co.id, Jumat (22/3).

Menurut dia, setiap tahun dialokasikan dana bantuan operasional sekolah (BOS). Karena itu, ia mempertanyakan ketersediaan bahan ajar untuk siswa. ”Bahkan, dianggarkan untuk pengadaan buku. Kok bisa, masih ada cerita nggak ada buku,” tegasnya.

Karena itu, Umroni menegaskan hal ini harus menjadi bahan koreksi bersama. ”Apapun alasannya, hal ini harus dikoreksi. Saya sangat prihatin dengan kondisi seperti ini,” ucapnya.

Baca Juga:   Persiapan PTM, Sekolah Pasang Sekat Antar Meja

”Itu (buku, Red), kebutuhan paling dasar bagi pelajar. Kok bisa, belum tersedia. Kok foto kopi,” Tanya Umroni.

Diketahui, gara-gara belum membayar uang foto kopi buku tematik I, Rizki Aulia Bagdad, tidak bisa belajar, Rabu (20/3). Pembelian foto kopi buku tersebut sudah kali ketiga dalam bulan ini. Satu buku seharga Rp20 ribu.



  • Bagikan