Gara-gara Buku Tematik, Disdikbud Pesawaran Diajak Hearing

  • Bagikan
Rizki Aulia Bagdad, siswa kelas 1 SDN 36 Negerikaton, Pesawaran menunjukkan foto kopi buku tematik yang harus dibayar. FOTO FAHRURROZI/RADARLAMPUNG.CO.ID
Rizki Aulia Bagdad, siswa kelas 1 SDN 36 Negerikaton, Pesawaran menunjukkan foto kopi buku tematik yang harus dibayar. FOTO FAHRURROZI/RADARLAMPUNG.CO.ID

Hori, orang tua Rizki Aulia Bagdad mengatakan, ia mengetahui hal tersebut dari cerita sang anak. ”Alasannya, karena tadi disuruh bayar buku oleh gurunya. Tapi karena nggak bawa uang, terus disuruh pulang,” kata Hori kepada Radarlampung.co.id, Rabu (20/3).

Menurut dia, untuk buku foto kopi sebelumnya sudah dibayar. ”Kita mau pinjam buku kawannya untuk foto kopi sendiri, juga nggak boleh. Harus beli di sekolah,” sebut dia.

Menurut cerita Rizki, terus Hori, ada sejumlah siswa diminta membayar foto kopi buku. ”Disuruh guru ambil duit untuk bayar buku,” ucapnya.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesawaran Fauzan Suaidi menegaskan, guru tidak boleh menyamaratakan seluruh siswa untuk membeli foto kopi buku tematik. Untuk pembelian buku dilaksanakan pada triwulan kedua melalui dana operasional sekolah (BOS).

Baca Juga:   Data Ulang Penerima Bantuan Kuota Internet

”Intinya, di sini terjadi misskomunikasi. Semestinya memang guru tidak diperkenankan menyamaratakan untuk memfoto kopi buku tersebut. Kalau menjadi ganjalan wali murid, tidak perlu difoto kopi. Buku itu sebagai pegangan saja untuk memberikan materi ajar kepada siswa,” kata Fauzan Suaidi. (ozi/ais)

 

 




  • Bagikan