Gara-gara Pelanduk, Warga Wonosobo Ditangkap Polisi

  • Bagikan
ILUSTRASI/FOTO NET

radarlampung.co.id – Gabungan Polres Tanggamus bersama Polisi Kehutanan (Polhut) Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) mengamankan pemilik atau pengangkut hewan dilindungi berupa dua ekor Pelanduk Napu. Hewan yang juga disebut tragulus napu atau kancil kecil berada disembunyikan di boks dalam kondisi sudah mati.

Kasatreskrim AKP Edi Qorinas mengungkapkan, tersangka berinisial SM (40), warga Pekon Bandarkejadian, Kecamatan Wonosobo. Ia dan barang bukti diamankan di pantai Kapuran, Kelurahan Pasarmadang, Kecamatan Kotaagung.

“Tersangka berikut barang bukti diamankan bersama Polhut TNBBS, Selasa (22/1),” kata Edi Qorinas didampingi Kaurbinops Satreskrim Iptu Ramon Zamora mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, Kamis (24/1).

Edi menjelaskan, awalnya pihaknya mencurigai dua orang. Pertama, pemilik perahu berinisial MU (73) dan SM. Namun dari hasil gelar perkara, MU tidak mengetahui barang tersebut adalah napu. ”MU telah dikembalikan kepada keluarganya dan menjadi saksi,” ujarnya.

Dilanjutkan, berdasar keterangan SM, dua ekor Napu tersebut milik adiknya berinsial TO, warga Kecamatan Pematangsawa, Tanggamus. Rencananya, hewan itu akan dikonsumsi seperti daging kambing. “Saat ini adik tersangka ditetapkan sebagai DPO Polres Tanggamus,” sebut dia.

Sementara, SM mengaku bahwa Pelanduk Napu tersebut merupakan titipan adiknya. Ia berkomunikasi melalui telepon dan diminta mengambil pelanduk di pantai Kapuran.

Pada bagian lain, personel polhut TNBBS Samsu Rizal mengatakan, pembunuhan terhdap hewan tersebut dapat merusak ekosistem. ”Kami akan terus mengawal kasus tersebut sebagai efek jera masyarakat dan tidak lagi membunuh maupun mengonsumsi hewan yang dilindungi negara,” kata Samsu Rizal. (ral/ais)

 




  • Bagikan