Garap Kampus 2, Unila Urus Sertipikat

  • Bagikan
Warek Unila Prof. M. Kamal. Foto Ruri/radarlampung.co.id

radarlampung.co.id- Lahan seluas 150 hektar yang berada di Kotabaru yang akan dijadikan kampus 2 Universitas Lampung (Unila) tengah dalam proses kepengurusan sertipikat.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Rektor II Universitas Lampung Prof. M. Kamal. Dirinya mengatakan, saat ini pihaknya tengah mengurus sertifikat untuk lahan hibah dari Pemerintah Provinsi tersebut.

“Kami sudah melaporkankan ke KPKNL, dan juga sudah dimasukkan ke Simak-BMN sudah masuk. Dan saat ini prosesnya sedang minta disertifikasi agar keluar status kepemilikan yang legal,” katanya, Senin (28/10).

Ia menjelaskan, seharusnya di tahun ini, pihaknya sudah mulai pembangunan untuk di atas lahan tersebut. Lanjutnya, di atas lahan 150 hektar tersebut nantinya juga akan dibangun feetlot, dan kebun bibit sawit.

Baca Juga:   Tanggapi Polemik UKT, Jubir Rektor: Unila Mengemban Kewajiban Finansial

“Kalau dibuat sekarang,kan bibit butuh waktu lama, sekitar 8 sampai 10 tahun. Sehingga, ke depannya bisa menjadi income Unila. Selain itu akan menjadi pusat produksi benih, hortikultur atau tanaman pangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika tidak ada kendala, tahun depan akan mulai pembangunan di atas lahan tersebut dengan perencanaan yang lebih matang lagi.

“Ya kami rencanakan ulang lagi. Kami kan BLU, kalau tahun ini tidak bisa, tahun depan kita kerjakan. Sekarang ini mungkin baru kebun induk, dan menyemih benih,” imbuhnya.

Sementara, Warek III Unila Prof Karomani menuturkan, kampus I Unila yang berada di Rajabasa sudah mulai padat dengan jumlah mahasiswa Unila sekitar 30 ribu orang. Di mana sudah seharusnya memiliki lahan yang lebih luas untuk menampung mahasiswa ke depannya.

Baca Juga:   UTI Kirim 60 Mahasiswa Ikut Program Kampus Mengajar

“Maka kita ke depan sekian tahun yang akan datang harus ada kampus baru. Sekarang mahasiswa kita sudah mencapai 30 ribuan, 5 atau 10 tahun ke depan bagaimana? Kita harus membutuhkan kampus yang lebih luas,” tukasnya.

Karomani menambahkan, keberadaan kampus Unila yang sekarang mampu menampung sekitar 35 ribuan mahasiswa dinilai sudah sangat padat.

“Mungkin 40 ribu saja sudah sangat penuh ya. Kalau di sana (lahan baru, red) kita bisa menampung sekitar 50 ribu mahasiswa. Dengan begitu kita juga bisa menaikkan daya tampung mahasiswa,” pungkasnya. (rur/wdi)




  • Bagikan