Gas Elpiji 3 Kg Langka, Warga Waykanan Beralih ke Kayu Bakar

  • Bagikan

radarlampung.co.id-Warga di Kabupaten Waykanan mengeluh. Pasalnya, sejak 3 hari terakhir gas elpiji tabung 3 kilogram sulit ditemui di pasar ataupun toko pengecer.

“Sejak 3 hari lalu saya sudah berkeliling dari Talang karet, lembasung. Dan KM2 Blambangan umpu dari pengecer besar hingga ke pengecer kecil. Saya tetap tidak mendapatkan gas keterangan mereka sama karena tidak ada penambahan pasokan dari agen sehingga untuk memasak dan merebus air saya kembali menggunakan kayu bakar,” kata Adi, warga samudra Blambanganumpu, Rabu (24/7).

Alfian warga Liok Kampung Lembasung menambahkan, sejak 2 hari lalu toko dan pengecer gas elpiji juga sudah tidak menjual gas elpiji 3 kg. Alasannya, juga sama. Karena tak ada pasokan dari agen.

Baca Juga:   Pasca Holding Ultra Mikro, Kinerja Saham BBRI Dinilai Akan Makin Solid

“Biasanya di Lembasung ini kalau gas langka ada pedagang yang mencari gas hingga ke ke Baradatu atau Martapura. Sekarang kembali memasak pakai minyak tanah atau kayu bakar,” katanya.

Chandra salah seorang agen gas Elpiji di Blambanganumpu mengakui gas sulit ditemui salah satunya karena pasokan tidak bertambah. Bahkan dikurangi.

“Saya pernah didatangi oleh orang yang mempertanyakan kelangkaan gas elpiji. Orang itu menduga saya menumpuk gas di gudang. Setelah saya tunjukkan memang kondisi kosong orang tersebut akhirnya menerima. Memang sudah tiga hari ini kita tidak dipasok gas,” katanya.

Terkait kelangkaan gas di Waykanan ini, Kepala Dinas Industri dan Perdagangan Waykanan Imanto belum dapat dikonfirmasi. Pesan singkat yang dikirimkan ke Imanto belum direspon. Sementara saat disambangi ke kantornya, salah seorang staf Dinas Industri dan Perdagangan menyatakan Imanto tengah dinas luar. “Bapak sedang dinas luar,” ucap salah satu staf yang enggan disebutkan namanya kepada wartawan. (sah/wdi)




  • Bagikan