Gawat, Daging Sapi Oplosan Beredar di Metro

  • Bagikan
Sekretaris MUI Kota Metro Nasrianto Effendi. Foto Aprohan Saputra/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Metro mengungkapkan adanya peredaran daging sapi oplosan babi di wilayah setempat.

Sekretaris MUI Kota Metro Nasrianto Effendi mengatakan, dugaan pemalsuan daging sapi yang dioplos babi tersebut telah dibahas dalam rapat di Aula Dinas Pertanian Metro tentang tindaklanjut dugaan tersebut, pada 18 Juli lalu.

Dari hasil rapat gabungan itu, sambungnya, dugaan tersebut telah dinyatakan positif adanya daging sapi palsu yang mengandung pork atau celeng beredar di wilayah Kota Metro.

“Hal tersebut dipastikan setalah Kesmavet setempat melakukan uji sampel laboratorium organoleptik dan identifikasi,” kata Nasrianto, Rabu (24/7).

Daging yang positif mengandung pork dengan ciri daging berwarna merah pucat, bau tidak anyir, dan konsistensi berserat. Bahkan tim Kesmavet Metro juga dikabarkan kembali menguji ke Balai Veteriner Lampung untuk lebih memastikan.

“Temuan ini dari peredaran Lebaran kemarin. Dan dikabarkan 780 kilo lebih yang teridentifikasi mengandung babi beredar di Metro,” imbuhnya.

Demi kepentingan umat, dirinya meminta temuan tersebut segera diumumkan ke publik agar masyarakat tahu. “Ini bukan membuat panik, tapi masyarakat harus tahu dan terlindungi,” tandasnya.

Ia menyayangkan belum adanya peringatan atau pemberitahuan dari pemerintah. Karenanya, ia meminta agar daging oplosan segera diusut tuntas, supaya bisa dipastikan masyarakat aman dan terjamin mengonsumsi daging.

“Apalagi diketahui peredaran melalui online. Artinya ini bukan di Metro saja. Bisa dimana saja. Masyarakat harus diberi tahu, saya sepakat temuan ini dipublikasi kalau betul mengandung babi. Biar warga waspada. Walau katanya daging ini bukan dari Metro asalnya,” pungkasnya.

Sementara Kabid Peternakan Dinas Ketahanan Pangan Peternakan dan Pertanian (DKP3) Kota Metro Parjiya saat dikonfirmasi awak media terkait adanya temuan peredaran daging sapi online yang bercampur dengan daging babi di wilayah setempat cenderung enggan memberi pernyataan.

Dijelaskannya, temuan tersebut memang belum di ekspose karena lagi melakukan penelusuran. “Kita belum publikasi. Lagi koordinasi antar daerah karena banyak dari luar Metro. Jangan di ekspose dulu, ini nunggu surat edaran pimpinan, pak Wali (Kota). Kita mau pemanggilan soalnya. Saya lagi di luar kota,” ujarnya. (apr/kyd)




  • Bagikan