Gawat, Gajah Masuk Pemukiman, Rusak Lima Rumah dan Gubuk

  • Bagikan
Aparat Pekon Bandingagung, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan masyarakat berjaga-jaga agar kawanan gajah menjauh dari pemukiman, Jumat malam (4/10). FOTO DOKUMEN PERATIN BANDINGAGUNG

radarlampung.co.id – Kawanan gajah dari TNBBS mulai memasuki pemukiman di Talang Lima, Pekon Bandingagung, Kecamatan Suoh, Lampung Barat. Usai merusak tanaman di perkebunan, hewan berbelalai itu menjadikan rumah warga sebagai sasaran.

Peratin Bandingagung Supangat mengatakan, Jumat malam (4/10), sebanyak 12 ekor gajah memasuki pemukiman. Hewan-hewan ini merusak rumah yang ditinggalkan warga mengungsi. Empat rumah dan satu gubuk menjadi sasaran.

“Malam ini, warga dari tiga pemangku bersama bhabinkamtibmas, babinsa dan rekan sesama peratin melakukan ronda. Dipusatkan di Talang Lima, untuk berjaga-jaga agar jangan sampai kawanan gajah kembali masuk ke permukiman,” kata Supangat, Jumat malam.

Menurut dia, warga sudah pasrah dengan tanaman di areal perkebunan yang habis dan dirusak kawanan gajah. Namun warga tetap berupaya jangan sampai merusak rumah. Apalagi sampai ada korban jiwa.

Baca Juga:   Langgar Prokes, Polisi Bubarkan Pesta Pernikahan

“Karena itu kami bersama-sama melakukan ronda. Harapannya kawanan gajah bisa kembali lagi ke habitat aslinya. Kalau soal tanaman seperti pisang dan lainnnya, kami ikhlas untuk dimakan gajah. Asal jangan masuk ke kampung lagi. Apalagi ada korban,” tegasnya.

Sementara babinsa Serda Dwi Winarno mengatakan, warga Talang Lima sebelumnya telah diimbau untuk mengungsi sementara waktu. Sebab kawanan gajah mulai mendekati permukiman.

“Kami juga terus berkoordinasi dengan aparat pekon, bhabinkamtibmas dan pihak TNBBS. Berjaga-jaga jangan sampai kawanan gajah masuk ke permukiman lagi,” kata dia.

Pada bagian lain, Peratin Sumberagung Joko Purnomo mengungkapkan, pihaknya bersama masyarakat Bandingagung ikut ronda.

“Semoga upaya kami malam ini membuahkan hasil. Kawanan gajah bisa menjauh dari permukiman warga Talang Lima dan bisa kembali ke habitat aslinya,” pungkas Joko. (nop/ais)




  • Bagikan