Gedung SMPN 1 Krui Terus Disorot, Pembangunan Dinilai tak Maksimal


Kondisi bangunan SMPN1 Krui, Kecamatan Pesisir Tengah, Pesisir Barat. Gedung tersebut saat ini masih dalam perbaikan. FOTO YOGI ASTRAYUDA/RADARLAMPUNG.CO,ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Kondisi SMPN 1 Krui, Kecamatan Pesisir Tengah menjadi sorotan anggota DPRD Pesisir Barat. Di mana, gedung sekolah unggulan yang dibangun muliyears itu harus mendapat perbaikan.

Wakil Ketua II DPRD Pesbar Aliyudiem mengatakan, pelaksanaan pembangunan gedung sekolah yang tidak maksimal tersebut mengharuskan ada perbaikan pada dua bangunan. Akibatnya belum bisa difungsikan karena kondisi gedung yang belum layak pakai.





“Kepada rekanan, kami minta agar dapat melakukan perbaikan dengan memperhatikan kekuatan gedung. Apalagi gedung itu tiga lantai. Keselamatan siswa harus yang utama,” tegas Aliyudiem.

Selain itu, pihaknya meminta agar setelah dilakukan perbaikan, seluruh gedung SMPN 1 Krui bisa ditempati dan dimanfaatkan sebagai tempat kegiatan belajar mengajar (KBM).

“Kami berharap sebelum menempati gedung itu, perbaikannya harus selesai. Baik bangunan yang berada di sebelah Utara dan Selatan. Sehingga siswa dapat mengikuti KBM dengan aman, tanpa ada gangguan,” tandasnya.

Sementara Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesbar Edwin Kastolani Burtha mengatakan, pelaksanaan perbaikan atau penyempurnaan bangunan SMPN 1 Krui masih berlangsung.

Mengingat gedung SMPN 1 Krui itu merupakan bangunan bertingkat. Sedangkan anak-anak SMP tersebut masih sangat aktif dalam kesehariannya, sehingga bangunan harus benar-benar maksimal.

“Maaf saya masih dalam perjalanan. Intinya, gedung SMPN 1 Krui itu sudah selesai dibangun dan rencananya juga akan dipergunakan untuk penerimaan murid baru. Mulai difungsikan ditahun pelajaran 2022/2023 nanti,” kata Edwin.

Sebelumnya, anggota DPRD Pesbar dari Fraksi Demokrat Khairil Iswan meminta pemkab mengevaluasi pelaksanaan pembangunan gedung SMPN 1 Krui.

Sebab banyak permasalahan yang ditemukan dalam pembangunan gedung sekolah yang dilaksanakan tahun 2019 dan tahun 2020 lalu.

“ Kalau kualitas pembangunan gedung seperti itu, maka dikhawatirkan ke depan akan menimbulkan korban. Jadi saya harap agar pembangunannya dapat dievaluasi dan dilakukan perbaikan,” tandasnya.

Bupati Pesbar Agus Istiqlal menegaskan dirinya tidak akan menerima pembangunan gedung SMPN 1 Krui jika masih belum maksimal.

” Saya sudah beberapa kali melihat langsung pembangunan gedung SMPN 1 Krui itu. Dengan kondisi bangunan yang ada, saya sudah minta kepada pihak terkait agar dilakukan perbaikan,” kata Agus beberapa waktu lalu.

Bahkan, terus Agus, Badan Pemeriksan Keuangan (BPK) Perwakilan Lampung beberapa waktu lalu telah mengaudit kerugian akibat pembangunan gedung SMPN 1 Krui yang dinilai tidak maksimal tersebut.

”Rekanan telah mengembalikan uang ke kas daerah sebesar Rp260 juta. Jumlah tersebut berdasar hasil audit yang dilakukan oleh BPK beberapa waktu lalu,” jelasnya. (yog/yan/ais)