Geliat UMKM di Kabupaten Mesuji Bangkit Saat Pandemi Covid-19

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pandemi Covid-19 berdampak terhadap hampir seluruh aspek Termasuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), untuk itu Para Pelaku UMKM membutuhkan strategi khusus untuk bisa bertahan di masa pandemi COVID-19.

Salah satunya sektor usaha sablon kaos yang masih menunjukkan eksistensinya di masa Pandemi ini Meskipun omzet turun namun tetap masih bisa bertahan.


Seperti yang di ungkapkan salah satu Pengusaha sablon Kaos di Kabupaten Mesuji Didi (25), Ia menyebut ada beberapa strategi yang dia lakukan untuk bertahan di tengah Pandemi COVID-19.

“Salah satunya, memodifikasi cara penjualan hingga produksi. Ini supaya bisa menjangkau pasar yang lebih luas,” Ungkap Didi kepada Radar Lampung.

Menurutnya, Promosi melalui media sosial, memperluas jaringan, juga merupakan cara yang ditempuhnya untuk terus meningkatkan penjualan.

“Kita benahi strategi pemasarannya, entah itu kolaborasi, modifikasi, ataupun pemasaran lain yang dapat menjangkau masyarakat luas,” uajrnya.

Terkait dampak pandemi, sambung Didi, jika pengusaha berhenti, justru akan memperberat kondisi. Dia mendorong pelaku UMKM untuk terus bergerak dan berinovasi dalam kondisi krisis sekalipun.

Dengan pengaturan pola pikir positif, UMKM akan bisa mencari celah menerobos tantangan masa pandemi.

Baca Juga:   Cek Produk UMKM, Bupati Mesuji Tinjau Rest Area

“Pandemi memang membuat dampak yang luar biasa terutama ekonomi, namun setiap masalah pasti ada solusi. Nah, kembali lagi kita mau terbuai pandemi apa mau bangkit. Ayo bangkit,” kata dia.

Hal serupa juga dirasakan oleh Sulaiman, salah satu pekerja Legens Cafe, sebuah kedai masa kini di Desa Brabasan Kecamatan Tanjung Raya.

Cafe yang menjual berbagai menu makanan dan minuman dengan kedai kopi ini, terus berinovasi untuk bertahan di tengah pandemi. Ia memiliki strategi membentuk tim kerja yang solid.

“Yang pasti, kami tetap mengusahakan bagaimana caranya mempunyai pangsa pasar. Saya akui, pandemi Covid-19 berdampak sangat besar terhadap bisnis tempat saya bekerja,” ucapnya.

Namun, dirinya tidak pernah berpatah semangat dalam menunjukkan eksistensi, dan terus bergerak memasarkan makanan cafe lewat medsos.

“Kalau ada yang mau pesan, bisa langsung datang ke cafe kami. Kalau mau pesan lewat medsos, nanti kami antarkan ke rumah para pembeli,” ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah Kabupaten Mesuji melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Mesuji, mencatat Sebanyak 4539 Pelaku Usaha di Kabupaten Mesuji, akan mendapat BLT UMKM 2021.

Baca Juga:   BKPSDM Mesuji Ingatkan Peserta Tes SKD Taati Prokes

Bantuan Langsung Tunai (BLT) UMKM 2021 yang disalurkan bagi pelaku usaha di Kabupaten Mesuji, telah berlangsung pada Maret 2021, Hingga saat ini penyaluran BLT tersebut masih terus berjalan.

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Bidang (Kabid) Koperasi dan UMKM Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Mesuji Endra Oktafandi.

“Pelaku usaha di Kabupaten Mesuji sendiri sampai sejauh ini yang mendapatkan SK Kemenkop untuk diberikannya BLT UMKM sebanyak 4539 pelaku usaha,” katanya.

Sebelumya, kata Endra, pihaknya mengusulkan 5540 pelaku usaha yang terdampak Covid-19 untuk diberikan BLT UMKM 2021. Namun, yang lolos verifikasi dari Kementrian hanya 4539 pelaku usaha.

Dikatakannya, pelaku usaha yang mendapat BLT UMKM akan menerima uang tunai Rp 1,2 juta.

“Untuk jumlah berapa yang sudah mendapatkan BLT UMKM 2021, saya tidak dapat memberitahu. Sebab, kami hanya mendapatkan data di aplikasi yang mendapatkan bantuan saja,” jelasnya. (muk/yud)




  • Bagikan