Generasi Z Dituntut Miliki Karakter Tangguh

  • Bagikan
Kepala Disdikbud Provinsi Lampung Sulpakar nenukul gong tanda dibukanya Stadium General BEM FKIP Unila, Sabtu (2/11). Foto Ruri/radarlampung.co.id

radarlampung.co.id – Tahun 2045, Indonesia diproyeksikan menjadi satu dari tujuh kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Di mana, sekitar 70 persen penduduk Indonesia adalah usia produktif atau didominasi oleh pemuda.

Untuk menghadapi bonus demografi tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kejuruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) menyampaikan peran Generasi Z Menuju Indonesia Emas melalui Stadium General kepada ribuan mahasiswa FKIP Unila, Sabtu (2/11).

Gubernur BEM FKIP Unila Ghani Fadhil Rabbani mengatakan, pemuda merupakan salah satu harapan bangsa dan generasi yang tidak akan pernah lepas dari internet. Sehingga untuk menghadapi bonus demografi di 2045 mendatang, generasi Z harus mempersiapkan diri dari sekarang dengan menanamkan karakter yang unggul.

“Bonus demografi nanti bisa menjadi berkah dan juga bisa menjadi musibah bagi kita. Itu tergantung dari persiapan kita menyiapkan diri untuk menghadapi bonus demografi tersebut. Di sini akan kita akan mengetahui bagaimana peran kita nanti di Indonesia yang akan datang,” jelas Ghani.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung Sulpakar, mewakili Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menuturkan, generasi Z merupakan generasi yang memiliki karakter yang tangguh, bermoral dan berkinerja, pemuda yang beriman dan bertaqwa, berintegritas tinggi, jujur, santun, dan bertanggungjawab.

Di era revolusi industri 4.0, sambungnya, karakter merupakan hal yang diperlukan generasi Z untuk menjadi agility atau tidak pantang menyerah. Sebab di era digital ini, mereka akan menghadapi kompetisi yang keras karena banyak karakter unggul yang tentunya saling bersaing untuk mencapai tingkat kesuksesan tertinggi.

“Sehingga, karakter agility ini nantinya akan menentukan generasi Z berada di level mana. Karena itu, karakter high agility merupakan salah satu kunci sukses menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Sulpakar. (rur/kyd)


Baca Juga:   Tren Kasus Covid-19 di Lambar Mulai Landai, Tapi Angka Kematian Tinggi


  • Bagikan