Geng Jaling Beraksi, Bocah SD Jadi Korban Bullying

  • Bagikan
ILUSTRASI/FOTO NET

radarlampung.co.id – Tidak terima dengan peristiwa yang dialami anaknya, orang tua DS (9), melaporkan dugaan pengeroyokan ke Polsekta Kedaton, Rabu (13/3). Pelakunya lima remaja berusia belasan. Mereka adalah YG, RZ, DV, YI dan AG.

”Iya, tadi pagi kami sudah melapor ke Polsek Kedaton. Kejadiannya di sebuah kebun RT 01, Lingsuh,” kata Hendri (44), warga Lungsuh, Rajabasa, Bandarlampung, Rabu (13/3).

Menurut dia, dugaan bullying tersebut bermula saat sekelompok remaja yang menamakan diri Geng Jaling menghubungi DS melalui pesan aplikasi WhatsApp dan janji bertemu di sebuah tempat.

”Saya nggak tahu. Awalnya dia (DS, Red) pulang dan bajunya kotor. Agak malam, saya dapat video (dugaan bullying, Red). Waktu saya tanya, anak saya mengaku dikeroyok Geng Jaling,” sebut dia.

Baca Juga:   Polres Lambar Gagalkan Penyelundupan Baby Lobster Senilai Rp9,3 Miliar

Hendri menuturkan, bullying tersebut dipicu rasa tersinggung YI, salah seorang remaja. ”Makanya anak saya langsung dikeroyok,” ujarnya.

Sementara dalam video berdurasi 30 detik tersebut, DS yang mengenakan kaos kerah warna cokelat terlihat bergumul dengan seorang remaja berkaos hitam. Saat itu terdengar suara seorang remaja putri.

Bantuin lo woi. Itu kawan lo orang,” kata remaja putri itu. Kemudian, empat remaja lain yang mengeliling DS sesekali menendang dan menginjak bocah itu.

Dilanjutkan, sebelumnya angota Geng Jaling sempat mendatangi sekolah DS di kawasan Labuhandalam, Rajabasa. ”Rupanya bukan sekali ini saja mereka berlima meneror anak saya. Pernah mereka datang sampai anak saya kabur untuk sembunyi. Usia mereka 15-16 tahun,” ucapnya.

Baca Juga:   Dinkes Sebut Varian Delta Belum Masuk Bandarlampung dan Minta Masyarakat Waspada

Berbekal hasil visum, Hendri memutuskan melaporkan hal tersebut ke polisi. Ini tertuang dalam TBL/380/III/2019/LPG/RESTA BALAM/ SEKTOR KDT.

”Iya, saya keberatan anak saya disakiti. Anaknya sudah kami visum. Ada bengkak atau memar, hingga luka gores,” paparnya.

Terpisah, Kapolsekta Kedaton Kompol Abdul Mutolib menyatakan masih menyelidiki kasus tersebut. ”Sebentar ya, saya cek dulu,” sebut dia. (mel/ais)

 



  • Bagikan