Gerakan 20.000 Mahasiswa Lawan Politik Uang

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Gerakan 20.000 mahasiswa lawan politik uang yang sudah melakukan pengawalan gerakan dari awal tahapan pilkada hingga kemarin (27/6), pada akhirnya melayangkan sikap kepada) Paselon yang melakukan politik uang dalam kampanyenya.

Presiden BEM Universitas Lampung Muhammad Fauzul Adzim mengatakan,  Pilkada Provinsi Lampung 2018 adalah kematian demokrasi, pragmatisme dan pelanggaran-pelanggaran dalam proses Pilkada.

“Ditambah lagi bisa melenggang dengan kemenangan, tanpa sama menganggap serius dan ditindak secara tegas oleh Bawaslu Provinsi Lampung dan penyelenggara Pilkada lainnya,”ujar Fauzul.

Berbagai politik uang mulai dilakukan, mulai dari sembako, amplop, bahkan pelibatan perangkat desa sebagai tim pemenangan paslon. Ini semua menodai dan merusak bahkan mematikan ruh demokrasi di Provinsi Lampung.

Baca Juga:   Ratusan Warga Geruduk Gerai Vaksinasi Pizza Hut

Maka, dengan berbagai hal yang terjadi Jenderal Gerakan 20.000 Mahasiswa Lawan Politik Uang, menyatakan sikap :

  1. Menyatakan protes kepada bawaslu Provinsi Lampung yang tidak mampu bekerja sesuai harapan bahkan mengecewakan dikarenakan banyaknya temuan-temuan yang tidak mampu diselesaikan hingga akhir.
  2. Mengecam kepada Bawaslu Provinsi Lampung yang tidak bisa menjaga nilai-nilai demokrasi yang luhur dan melepaskannnya dari pengkhinatan-pengkhianatan elit politik seperti campur tangan yang membabi buta oleh perusahaan dalam proses pemenangan serta politik transaksional.

  3. Mengekspresikan keresahan dan kegelisahan rakyat terhadap proses demokrasi yang penuh dengan tipudaya dan ilusi demokrasi liberal yang tidak terfokus pada kesejahteraan rakyat, dan hanya menjadikan rakyat sebagai objek politik saja.

  4. Mengecam keras para pemilik modal, korporasi, komprador, elit pengusaha yang menjadikan momen pilkada, pileg, pilpres dan proses demokrasi lainnya, sebagai alat melanggengkan kepentingan perusahaannya. Bukan untuk kepentingan rakyat.

  5. Sebagai ajakan kepada seluruh elemen masyarakat dan negara untuk mawas diri terhadap rongrongan para pengkhianat negara di momen-momen politik. Jangan sampai tahun-tahun politik ini negara kita terpecah belah dan jangan sampai di tahun-tahun politik ini kita menjual kepercayaan rakyat kepada kaum pemilik modal.

  6. Menyatakan dengan tegas bahwa mahasiswa senantiasa siap mengawal demokrasi Lampung, untuk terciptanya kedaulatan rakyat, kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Indonesia.

Dengan ini gerakan 20.000 mahasiswa lawan politik uang akan menggelar gerakan yang lebih besar dan konsen membenahi demokrasi di Lampung. (rlo/ynk)




  • Bagikan