Gerindra Tarik Dukungan, NasDem Bahas Sanksi

  • Bagikan
(Kiri) Perwakilan enam fraksi memaparkan isi surat yang bakal dikirim ke DPP PDI Perjuangan. (FOTO IST.)/(Kanan) Pertemuan sejumlah anggota DPRD Bandarlampung turut digelar di KopiAlam Bar & Roastory, Enggal, Bandarlampung, Rabu (26/5) malam. FOTO ARI SURYANTO/RADARLAMPUNG.CO.ID 

RADARLAMPUNG.CO.ID – Perahu dukungan atas desakan evaluasi kepemimpinan Ketua DPRD Bandarlampung Wiyadi bak bocor halus. Ya, itu setelah Fraksi Gerindra dan NasDem telah menarik diri.

Ternyata, tak hanya menarik diri. Bukan tidak mungkin, sanksi akan jatuh pada anggota yang berbeda suara. Setidaknya, hal itu dapat tergambar dari penuturan Ketua Fraksi NasDem Pembangunan Pepi Asih Wulandari.

“Saya akan koordinasi dengan ketua partai saya. Pada Ketua DPD. Sebenarnya beliau sudah tahu dengan kejadian siang harinya (anggota yang menghadiri pertemuan di Begadang Restro). Tapi nanti saya akan koordinasikan lagi,” ucap Pepi saat ditanya awak media tentang ada tidaknya sikap sanksi atas anggota yang menghadiri pertemuan di Begadang Resto dan dikabarkan telah ikut menandatangani kesepakatan.

Baca Juga:   Harganas, Fokus Pada Penurunan Stunting

Sementara, Ketua Fraksi Gerindra M. Darmawansyah tegas menyatakan fraksinya menarik diri dari pertemuan di Begadang Resto. Hal ini dilakukan pihaknya pasca mendapat konfirmasi Wakil Ketua DPRD Bandarlampung dari Fraksi Gerindra Aderly Imelia Sari yang membantah tudingan arogansi kepemimpinan Wiyadi.

“Secara sah dari Fraksi Gerindra sudah jelas. Dengan kehadiran kami (di pertemuan Kafe KopiAlam) berarti kami sepaham dengan yang dikatakan Fraksi PDIP. Dan juga apa yang sudah disampaikan oleh bu waka yang merupakan kader gerindra telah menggambarkan permasalahan yang ada,” tegasnya.

Ya, diketahui, Aderly telah mengamini apa yang disampaikan Ketua Fraksi PDIP yang menyatakan tudingan atas Wiyadi tidak mendasar. Menurut Aderly, Wiyadi dalam mengambil keputusan tak mengesampingkan koordinasi. Sejumlah keputusan, kata dia, diambil tetap melibatkan anggota dewan lainnya, pun Badan Musyawarah (Banmus) DPRD.

Baca Juga:   Juli Pasar Smep Selesai Masa Pemeliharaan, Disdag: Ada Perintah untuk Isi, Kita Langsung Validasi 

“Tidak ada arogansi dari ketua. Contohnya penandatangan surat-surat di DPRD kadang didelegasikan kepada saya, jika ketua berhalangan,” ujarnya. “Tanda tangan SPT pun kalau beliau berhalangan terkadang didelegasikan ke saya. Ya, saya pernah tanda tangan SPT juga,” aku Aderly. (sur)



  • Bagikan