Gilang Blak-Blakan, Ungkap Tawar Menawar Fee Proyek di Café

  • Bagikan
Gilang Ramadhan saat bersaksi di Persidangan Agus BN dan Anjar Asmara, Kamis (17/1). Foto M. Tegar Mujahid/radarlampung.co.id

radarlampung.co.id –Selain Syahroni, terpidana kasus suap fee proyek Lampung Selatan (Lamsel) Gilang Ramadhan juga menjadi saksi di persidangan suap fee proyek Lamsel, kamis (17/1).

Pengusaha muda ini mengungkap ada proses tawar menawar dalam penentuan fee proyek di Dinas PUPR Lamsel.

“Tawar menawar itu terjadi saat adanya pertemuan di sebuah cafe antara saya dan Anjar (mantan Kadis PU Lamsel,red) lalu Syahroni (Kabid Pengairan PU Lamsel,red). Dalam pertemuan itu awalnya disepakati pembayaran fee sebesar Rp20 persen,” ujarnya di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang.

Lalu Gilang pun juga mengaku kalau tidak tahu terkait permintaan fee sebesar 5 persen. “Ya kalau permintaan itu buat siapa saya enggak tahu. Yang jelas itu permintaan mereka,” jelasnya.

Baca Juga:   RSUDAU Lambar Krisis Oksigen, Pasien Waiting List Isolasi di Puskesmas

Gilang pun menolak permintaan tersebut. “Saya kembalikan (permintaan, red) ke Bang Anjar,” tutur Gilang.

Dirinya mengaku meminta pertimbangan ke Agus Bhakti Nugroho atas permintaan ini. “Saya kemudian meminta pertimbangan angka tersebut ke Bang Agus, Akhirnya keluar 2 persen dari 20 persen,” katanya.

Tak hanya itu, terpidana Gilang juga mengakui Rp400 juta yang disetorkan ke Syahroni melalui stafnya adalah uang muka dari fee proyek. “Uang Rp 400 juta itu uang muka dari kesepakatan,” pungkasnya. (ang/wdi)




  • Bagikan