Lambar  

GPS Collar Terlepas, Kawanan Gajah Sulit Terpantau  


Salah seekor gajah yang terpantau petugas gabungan belum lama ini. Saat ini dua kelompok gajah bergabung dengan jumlah 18 ekor. FOTO DOKUMEN TNBBS RESORT SUOH

RADARLAMPUNG.CO.ID – Petugas gabungan penanganan konflik gajah di Kecamatan Suoh, Lampung Barat kesulitan melakukan pemantauan. Ini disebabkan terlepasnya GPS Collar yang sebelumnya terpasang pada salah seekor gajah bernama Fitri, Selasa (10/5).

Diketahui, dalam dua pekan terakhir sebanyak 18 ekor gajah meneror warga Pemangku Sukaraja, Pekon Sukamarga, Kecamatan Suoh. Kehadiran kawanan hewan berbelalai ini menimbulkan kerusakan, khususnya tanaman pisang.





Kepala Bidang (Kabid) Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Wilayah II Liwa Amri melalui Kepala Resort TNBBS Suoh Sulki mengatakan, sebelumnya GPS Collar dipasang di gajah Fitri yang cukup agresif.

“Awalnya dilakukan penggiringan kawanan gajah tersebut, dan terpantau rombongan terpisah. Sebanyak 11 ekor berhasil digiring ke hutan rimba. Sementara tujuh lainnya terpencar dari rombongan. Kami pantau melalui satelit, kawanan gajah ini berputar-putar saja,” kata Sulki.

Baca Juga:   Segera Perbaiki Gorong-gorong Amblas di Tuguratu

Rabu pagi (11/5), dilakukan patroli ke titik koordinat 417792  9418746, masuk dalam wilayah Pemangku Sukaraja. Kemudian ditemukan GPS Collar di kubangan, tempat kawanan gajah kerap berkumpul.

“GPS tersebut dilepas oleh gajah Fitri dengan menggesekkan di pohon. Tampaknya sempat diinjak-injak. Setelah kami periksa, kondisi GPS Collar tersebut tidak mengalami kerusakan dan masih berfungsi dengan baik,” sebut dia.

Pihaknya telah melaporkan terlepasnya GPS Collar kepada pimpinan, untuk selanjutnya akan disiapkan pemasangan kembali. (nop/ais)