GPS Dipasang, Kawanan Gajah Kelompok Bunga Terpantau Satelit

  • Bagikan
Petugas gabungan berhasil melakukan pemasangan GPS Collar terhadap gajah kelompok Bunga di Kecamatan Suoh Lambar. Foto Dok BB TNBBS

RADARLAMPUNG.CO.ID-Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) berhasil melakukan pemasangan GPS Collar pada gajah kelompok Bunga, pada Sabtu (25/12). Pemasangan GPS collar ini dibantu petugas dari Widlife Response Unit (WRU), Wildlife Conservation Society (WCS), im Rhino Protection Unit (RPU) YABI dan juga Mahout dari Pemerihan, serta dokter hewan dari Bandarlampung.

Kasat Polhut Balai Besar TNBBS Agus Hartono, S. Sos., mengungkapkan, pemasangan dimulai dari tanggal 21 Desember 2021 dan pada 24 Desember sekitar pukul 15.15 Wib gajah sudah berhasil dibius. Kemudian GPS collar dapat terpasang pada satu ekor gajah dari kelompok bunga yang berjumlah 14 ekor gajah. Dan, pada pukul 17.00 WIB kelompok tersebut sudah termonitor melalui satelit.



“Pemasangan GPS Collar ini dilakukan dalam hal mitigasi konflik satwa liar yang ada di TNBBS khususnya konflik satwa gajah. Sasaran pemasangan GPS Collar ini gajah kelompok Bunga yang jumlah awal 12 ekor bertambah sebanyak lima ekor dari kelompok yang berasal dari Resort Biha sehingga berjumlah 17 ekor,” katanya.

Kelompok tersebut kemudian terbagi menjadi dua kelompok. Yakni kelompok bunga dengan jumlah 14 ekor dan kelompok jambul dengan jumlah tiga ekor. “Untuk pemasangan GPS collar ini dilakukan untuk kelompok Bunga. Semoga upaya mitigasi konflik dapat diwujudkan melalui GPS Collar dan yang tidak kalah pentingnya adalah harmonisasi berbagi ruang antara masyarakat dengan gajah dapat terjalin dengan baik,” ujarnya.

Dengan telah dilakukan pemasangan GPS Collar tersebut, kata dia, maka selanjutnya akan dilakukan penggiringan untuk mempertemukan antara kelompok gajah bunga dan jambul.

Agus mengungkapkan, masyarakat Suoh dan Bandarnegeri Suoh (BNS) harus bisa berbagi ruang dan hidup berdampingan dengan satwa dilindungi tersebut. Terlebih wilayah Suoh dan BNS merupakan wilayah TNBBS yang merupakan habitat asli dari berbagai jenis satwa salah satunya gajah.

“Kami lakukan pemasangan GPS Collar ini adalah salah satu solusi agar konflik antara gajah dan manusia bisa diminimalisasi, dimana nantinya kawanan gajah bisa terpantau dan ketika mendekati permukiman penduduk maka akan langsung diberitahukan kepada masyarakat untuk langkah antisifasi hal-hal yang tidak diinginkan, masyarakat harus bisa berbagi ruang dengan Satwa karena Suoh dan BNS sebagian wilayah TNBBS, ” pungkasnya. (nop/wdi)






  • Bagikan