Gubernur Arinal Ingin Atlet Berprestasi Bantu Pelatih Temukan Bibit-bibit Baru

  • Bagikan
Sumber foto Diskominfotik Lampung

RADARLAMPUNG.CO.ID-Capaian luar biasa dituai atlet-atlet yang bertanding membawa nama Lampung dalam agenda empat tahuan, Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua beberapa waktu lalu. Raihan 14 medali emas, 10 medali perak dan 12 medali perunggu buat Lampung masuk 10 besar Provinsi dengan raihan medali terbanyak.

Hal ini membangkitkan semangat Gubernur Lampung Arinal Djunaidi guna terus meningkatkan prestasi Lampung salah satunya melalui dunia olahraga. Untuk itu, Arinal mengajak seluruh atlet yang sudah berprestasi saat ini untuk menjadi standar potensi atlet Lampung kedepannya.


“Bonus kita siapkan sebagai penghargaan, tapi yang lebih penting ialah saya ingin para atlet harus tampil terus di cabor masing-masing. Inilah yang akan kita jadikan standar, mereka (atlet berprestasi) harus jadi asisten pelatih atau pelatih yang ada di cabor masing-masing. Itu akan menjadi tanggungjawab pemprov dalam teknisnya,” beber Arinal di Mahan Agung Rumah Dinas Gubernur Lampung, Selasa (19/10).

Arinal mengatakan, bonus yang hendak ia berikan tidak hanya sekedar bonus saja. Melainkan adanya keterikatannya atlet yang berprestasi untuk terus dapat menunjang prestasi atlet di Provinsi Lampung. Tak hanya Pemprov Lampung saja, Arinal meminta agar Pemda kabupaten/kota di Provinsi Lampung dan para pengusaha ikut ambil andil guna mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi para atlet tersebut.

Baca Juga:   Gubernur Arinal Raih Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya 2020 Kategori Utama

“Saya bangga karena dari semua unsur yang diberikan tanggung jawab pada saya, pendidikan, pertanian, olahraga prestasi kita mampu mengendalikan Covid-19 konteksnya dengan KONI bukan berarti ini selesai. Kita berhadapan dengan PON XXI di Aceh, ini harus dilakukan pelatihan. Ternyata keberhasilan prestasi yang dibina KONI dan cabor ada yang memberikan kontribusi negara bahkan jadi atlit sea games. Maka saya juga harus memberikan apresiasi dan daya dukung pemerintah bersama KONI pusat dan menpora untuk ada perlakuan kesetaraan. 10 besar ini yang membuat semangat saya menghidupkan sport center. Oleh karena itu segera mungkin saya bangun sport center butuh 130 hektar,” bebernya.

Ditambahkan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung, M. Yusuf Barusman, dengan raihan Lampung masuk menjadi 10 besar merupakan hal yang patut disyukuri.

Pasalnya, dari 26 cabang olahraga (cabor) yang di pertandingkan, Lampung menyabet 14 cabor. Itu pun belum dengan cabor exhibition, di mana Lampung meraih juara umum, dengan mendapatkan medali diseluruh tujuh cabor exhibition yang dipertandingkan.

Baca Juga:   Besok, Pengurus Apindo Lampung Dikukuhkan

Namun, guna meningkatkan prestasi para atlet yang membawa harum nama Provinsi Lampung, kedepannya KONI menyebut fokus pembinaan atlet pada club yang memang diakuinya kekuatan atlet ada disana.

“Dan dari bonus yang disampaikan, insentif materiil, dan insentif masa depan. Kita bagi ada atlit mau pensiun itu sudah pon empat kali emas terus maka kita harapkan atlit ini jadi pelatih, wasit atau bidang apapun tapi berkaitan dengan olahraga. Jangan sampai kerja di bidang non passion, maka kami akan tempatkan di klub olahraga. Ada atlit produktif kita adakan insentif rutin sebagai atlit apalagi kalau dia masuk atlit yang kita rencanakan PON XXI, sehingga pelatihan dan pembinaan tidak berhenti,” tambahnya.

Selain itu, KONI juga menunggu adanya sports center yang rencananya akan dibangun oleh Pemprov Lampung. Hal ini sangat dibutuhkan guna menunjang sarana prasarana latihan para atlet.

“Sports center kita tunggu, karena itu penting mendapatkan fasilitas standar nasional. Karena saat PON bisa saja berbeda antara latihan dan lokasi tanding. Maka kalau tidak bisa setara dengan standar nasional,” tambahnya. (rma/wdi)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan