Gubernur Arinal : Jaga Inflasi Jelang Nataru

  • Bagikan

 

Radarlampung.co.id – Persiapan menghadapi Hari Raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru), Pemerintah Provinsi Lampung bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung, menggelar High Level Meeting dan Rapat Koordinasi dengan melibatkan unsur terkait, di Ballroom Novotel Bandarlampung, Rabu (1/12)



Rapat koordinasi ini, digelar guna memastikan ketersediaan bahan pangan dan kestabilan harga pangan serta kesiapan fasilitas dan moda transportasi umum darat, laut dan udara.

Baca Juga:   Gubernur Tegaskan ASN Yang Tidak Taat Aturan Akan di Sanksi

Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi mengatakan, Kondisi perekonomian Provinsi Lampung tahun 2021, masih dibayangi oleh situasi pandemi COVID-19 yang belum berakhir.

“Kita dituntut mampu mempertahankan tingkat inflasi agar tetap terjaga pada titik keseimbangan sehingga perekonomian kita tetap dapat tumbuh positif,” Ungkap Arinal.

Saat ini, menjaga keseimbangan supply dan demand sangat penting, agar di saat Hari Raya Natal dan Tahun Baru tidak terjadi tekanan yang signifikan terhadap harga-harga, khususnya untuk beberapa bahan pokok di pasaran.

Baca Juga:   Gubernur Arinal Resmikan 31 SMK Pusat Keunggulan Se-Provinsi Lampung

“Kita perlu bersama-sama mengantisipasi tekanan harga pangan melalui sinergi kegiatan yang bertujuan untuk pengendalian inflasi di Provinsi Lampung, dengan menerapkan strategi 4K, yaitu: Ketersediaan pasokan, Keterjangkauan harga, Kelancaran distribusi, serta Komunikasi yang efektif,” Ujarnya.

Arinal menambahkan, bahwa dalam hal ketersediaan pasokan pangan, Gubernur Lampung meminta kepada para Bupati/ Walikota agar betul-betul memperhatikan data di wilayah masing-masing, karena data yang valid dibutuhkan untuk mengambil kebijakan dan melaksanakan program yang tepat.

Baca Juga:   Sambut Kunjungan Ganjar Pranowo, Gubernur Arinal Djunaidi Harapkan Bertukar Informasi Tentang UMKM

Untuk itu, mengoptimalkan Pusat Informasi Harga Strategis, serta lakukan pemantauan langsung ke lapangan guna memastikan ketersediaan stok pangan baik milik pemerintah maupun pelaku usaha.

“Pastikan data neraca pangan di daerah telah tersedia dan akurat, sehingga jika terjadi persoalan kekurangan pangan bisa dengan cepat di atasi. Berdasarkan data tersebut pula, perdagangan antar daerah bisa didorong dan kerjasama antar daerah bisa diperkuat,” Katanya. (rls/yud)






  • Bagikan