Gubernur Beberkan Capaian Pemprov Lampung 2021, Apa Saja ?

  • Bagikan
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi saat memberikan pemaparan hasil kinerja selama 2021 dalam Refleksi Akhir Tahun Pemprov Lampung yang digelar di Mahan Agung, Rumah Dinas Gubernur Lampung, Senin (27/12). Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID-Pemprov Lampung membeberkan hasil kinerja selama 2021 dalam Refleksi Akhir Tahun Pemprov Lampung yang digelar di Mahan Agung, Rumah Dinas Gubernur Lampung, Senin (27/12). Dalam kesempatan ini, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi membeberkan pencapaian yang diraihnya selama 2021.

“Penyelenggaraan pembangunan daerah 2021 masih di hadapkan tantangan penanggulangan Covid-19, upaya yang terus dilakukan ialah bersinergi kebijakan pemerintah pusat serta seluruh masyarakat Lampung, dengan mewujudkan keberhasilan di dua bulan terakhir 2021. Seluruh kabupaten/kota di Lampung hingga akhir Desember dengan zona resiko rendah, sudah posisi level satu. Tambahan kasus baru terkonfirmasi sudah sangat melandai, dalam waktu tiga hari 0, selebihnya satu atau dua kasus,” ungkap Arinal.



Hal ini menurutnya merupakan hasil prestasi bersama dan sebagai mengabdi pada Lampung, karena saat ini darurat kesehatan masih berlaku di Indonesia. Apalagi hukum tertinggi adalah menyelematkan rakyat, namun tidak serta merta dalam prosesnya juga harus berupaya mengembangkan program yang sangat berkolerasi.

“Apabila tata kelola tidak baik, maka penanganan Covid-19 akan berhubungan langsung dengan menurunnya ekonomi. Oleh karena itu, kinerja pilar ekonomi tetap kita pertahankan dengan baik,” tambahnya.

Indikator pertumbuhan ekonomi Lampung terus membaik, sampai semester I 2021, Ekonomi lampung positif dibandingkan 2020 yang tumbuh negatif 1,67%. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2021 mencapai kondisi tertinggi 6,82%. Diatas capaian nasional. Serta inflasi tetap terkendali dengan rentang 3 plus minus 1. Dan NTP membaik 105,25 diakhir tahun ini.

“Pertumbuhan ekonomi Lampung ini juga didorong berbagai faktor, diantaranya pertanian yang menjadi kata kunci ekonomi Lampung. inilah yang terus kita tingkatkan, dengan harapan kinerja positif seperti kopi Lampung berproduksi 150 ribu ton pada 2021. Tentunya ini hasil implementasi kerja pembangunan sesuai janji kerja KPB. Saya akan melakukan evaluasi melalui perubahan, saya akan ambil kebijakan seperti kopi tidak 100% di ekspor tapi 40% harus dimanfaatkan oleh Rakyat Lampung dan Indonesia, melalui pendekatan pengembangan home industri. Petani sudah waktunya menciptakan kopi bubuk. Tidak hanya kopi petik, ketika panen harus bisa memproduksi sehingga bisa menambah nilainya 2x lipat. Seperti penanaman kopi dan lada, sehingga menambah pendapatan petani,” tambahnya.

Hingga Desember 2021, petani yang telah terintegrasi KPB ada sebanyak 212.224 orang. Kemudian telah tersalurkan pupuk subsidi melalui aplikasi KPB tercatat telah tersalurkan kepada 119.492 orang di 15 kabupaten/kota.

Baca Juga:   ASN Pemprov Lampung Terbukti Melancong ke Luar Negeri Saat Nataru, Inspektur : Bakal Kena Sanksi Berat

Realisasi KUR Tani per 6 Desember mencapai Rp186.440.740. untuk 8.180 debitur petani. Dan petani yang merupakan anggita KPB telah mendapatkan fasilitas asuransi Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) sebanyak 15 940,53 hektar. Untuk beasiswa yang diberikan kepada anak petani, ada sebanyak 249 Mahasiswa pertanian di Polinela; di Itera sebanyak 156 mahasiswa dan di Unila sebanyak 100 mahasiswa.

Kemudian pada 2020 Pemprov Lampung mendapatkan alokasi pupuk subsidi sebagai upaya pemberantasan pupuk palsu sebanyak, pupuk urea 314.087 ton, Za 51,486 ton; NPK 250 487 ton; SP-36 sebanyak 56.668 ton; dan organik sebanyak 56.145 ton.

Untuk nelayan berjaya, Pemprov Lampung telah bekerja sama dengan BP Jamsostek untuk perlindungan pada nelayan baik untuk nelayan kecil, anak buah kapal kurang dari 30 GR dan khusus nelayan lanjut usia.

“Revitalisasi lada, Arinal juga bekerjasama demgan perguruan tinggi untuk menciptakan inovasi intercroping lada dengan kopi. Produksi padi 2021 peringkat 2 se Sumatera, dengan peningkatan produktivitas tanam pada yang sebelumnya hanya 4,8 ton per hektar per tahun menjadi 5 ton per hektar per tahun dengan total luas panen 4,66% se Indonesia,” tambahnya.

Penghargaan Abdi Bakti Tani 2021 atas peningkatan tertinggi produksi pada secara nasional yang selama ini Lampung nomor lima, dan produksi nya disesuaikan namun dalam pandemi Covid-19 Lampung tertinggi mendapatkan 22,47% peningkatan nya. Ada Penghargaan Teknologi Tepat Guna Nasional XXII sebagai juara umum kategori inovasi teknologi tepat guna dengan inovasi sistem pengolahan diversifikasi produk berbasis maggot. Dan juara III kategori teknologi tepat guna unggulan Lampung dengan inovasi mesin pengelola serba guna.

Penghargaan kelahiran ternak, karena memberikan kontribusi kelahiran ternak terbanyak pada program sapi kerbau andalan negeri (Sikomandan) serta provinsi Lampung masuk dalam lima provinsi terbaik dalam tingkat kelahiran pedet tertinggi program Sikomandan.

“Pengembangan sektor wisata yang semakin baik diwujudkan dengan ground breaking Bakauheni Harbour City. Serta pembangunan UMKM center dibeberapa lokasi. Insya Allah akan dibangun pusat UMKM yang akan kami kembangkan di PKOR Wayhalim. Sehingga akan terjadi seleksi positif pada produk dan memudahkan masyarakat yang memudahkan berbagai produk dan memudahkan UMKM bisa transaksi. Dengan menggandeng HIPMI, Kadin, Apindo yang memiliki cabang se Indonesia untuk perdagangan antar provinsi,” lanjutnya.

Baca Juga:   Pembangunan Gedung UMKM Center Bakal Berkoordinasi dengan Bank Himbara

Selama 2021 pelaksanaan Lampung Kaya Festival mai dari Krakatau great sale pada Maret 2021. Pemilihan mengenai pada November 2021. Lampung Krakatau Festival Pada November 2021. International coffee day pada November 2021. Festival kemilau tapis Lampung pada November 2021 dan Lampung craft Festival pada Oktober.

Nilai ekspor sampai tw III/2021 MENCAPAI USD 1.320,73 juta atau mengalami kenaikan 29,27% dibandingkan tw II/2021 mencapai USD 1.021,72 juta. Sedangkan dibandingkan tw yang sama 2020 meningkat 71,95%.

Penghargaan lainnya yang diterima ialah Gubernur peduli dan mendukung program Pertashop, Lampung merupakan pemanfaatan pertashop terbesar se Indonesia dan saya menginisiasi pertashop ada di lingkungan usaha tani. Kemudian juga ada penghargaan Paramakarya 2021, Penghargaan Pembinaan produktivitas Paramakarya2021 dari Kemenaker atas peningkatan produktivitas dan inovasi dalam mengembangkan produk, meningkatkan nilai tambah dan daya saing.

“Indeks pembangunan manusia pada periode 2018 sampai 2021 mengalami peningkatan dari 2018 sebesar 69,02 menjadi 69,90 di tahun 2021. Angka kemiskinan juga menunjukkan tren menurun dalam lima tahun terakhir, di mana penurunan angka kemiskinan di Lampung sebesar 1,59% atau lebih tinggi dibandingkan nasional dengan jumlah penduduk miskin di Lampung pada Maret 2021 sebesar 12,62%,” lanjutnya.

Untuk tingkat pengangguran Terbuka (TPT) selama tahun 2015 sampai 2021 di Lampung selalu lebih rendah dibandingkan angka nasional. Pada Agustus angka TPT mencapai 4,69%, lebih baik dari nasional 6,49%. Dengan jumlah penduduk yang bekerja sebanyak 4,28 juta orang,. Yang bertambah 4,2 ribu orang dari Agustus 2020. Untuk ketimpangan pendapatan antar penduduk provinsi Lampung jika dilihat dari indeks Gini per Maret 2021 sebesar 0,323 yang membaik dibandingkan 2020 sebesar 0,327.

Untuk smart school beberapa kegiatan yang dilakukan ialah dengan memanfaatkan smart school bagi semua SMK di Lampung, peningkatan kemampuan siswa dalam melaksanakan penilaian hasil belajar berbasis komputer dan Bantuan operasional Sekolah daerah. Pengertian kartu pendiri percaya dengan memberikan insentif kepada guru honor murni baik SMA, SMK dan PKLK.

Lampung Mengaji dengan memberikan bantuan kepada tokoh-tokoh agama, guru ngaji, dan hafidzh/ Hafizah. Serta memberikan bantuan pada masalah sebanyak 69 unit, bantuan kepada masjid 227 unit, bantuan pondok pesantren kepada 123 unit, rumah ibadah 19 unit, dan 57 lembaga dan keagamaan dan ormas.

Baca Juga:   Pembangunan Gedung UMKM Center Bakal Berkoordinasi dengan Bank Himbara

Apresiasi dan penghargaan lainnya seperti Lampung meraih 10 besar PON XX Papua dengan perolehan 14 medali emas, perak 10 dan 12 perunggu. Anugerah Parahita Ekapraya (APE) 2020 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebagai keberhasilan mengimplementasikan Pengarus Utamaan Gender dalam program dan kegiatan lainnya.

Gubernur Lampung juga mendapat penghargaan konflik nasional yang berada di peringkat II nasional dari Kemendagri. Gubernur Lampung yang menerima penghargaan pembinaan keselamatan dan kesehatan kerja k3 dari Kementerian tenaga kerja sebagai bentuk apresiasi pemerintah kepada Gubernur yang telah memberikan penilaian terhadap reaksi dan keselamatan dan kesehatan kerja.

Penghargaan lainnya ialah Gubernur Lampung menjadi salah satu dari sembilan gubernur yang dinilai bekerja baik di mata publik. Kemudian penghargaan atas penyelesaian tindak lanjut hasil pengawasan atau TLHP penyelenggaraan pemerintah daerah oleh inspektorat jenderal Kemendagri menilai pemprov berhasil dalam menyelesaikan TLHP pelenggaraan pemerintah daerah secara tepat waktu dengan persentase 100%.

Gubernur Lampung juga meraih penghargaan dari KPPU awards 2021 dengan dua anugrah sekaligus yaitu penghargaan KPPU awards 2021 madya kategori persaingan usaha tingkat daerah dan KPPU keluar 2021 Pratama kategori kemitraan tingkat daerah. Penghargaan TPAKD juga diraih Gubernur Lampung untuk kategori pelaksanaan program terbaik atas penyediaan akses keuangan di sektor pertanian.

Pemprov kamu juga menerima BKN awards dari Badan Kepegawaian Negara sebagai apresiasi atas komitmen dan konsistensi pelaksanaan manajemen ASN dalam perbaikan birokrasi di lingkungan Pemprov Lampung serta penghargaan keterbukaan Informasi publik tahun 2021 yakni dari predikat tidak informatif pada 2019 menjadi predikat menuju informatif pada 2021. Pemprov Lampung juga menjadi satu dari 10 provinsi terbaik yang meraih penghargaan Pembangunan Daerah tahun 2021 dari Bappenas sebagai 10 besar daerah dengan kategori perencanaan dan pencapaian daerah tingkat provinsi.

“Untuk capaian kinerja infrastruktur tingkat pelayanan infrastruktur dasar pada tahun 2019 berada di angka 88,90 sementara di tahun 2020 mengalami peningkatan menjadi 90, 21. Selain itu Pemprov Lampung juga menargetkan penanganan jalan status provinsi melalui dana APBD 2021 sepanjang 54,2 km. Meskipun sempat mengalami kendala recofusing anggaran akibat Covid-19, cerpen kemantapan jalan di awal tahun 2021 mengalami peningkatan dari sebelumnya 74,41% menjadi 76,04%,” tandasnya. (rma/wdi)






  • Bagikan