Gubernur dan Wagub Lampung Hadiri Rapat Paripurna HUT RI ke-76

  • Bagikan
Suasana sidang Paripurna DPRD provinsi Lampung dalam rangka mendengarkan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada sidang tahunan MPR-RI dalam rangka HUT RI ke 76 kemerdekaan republik Indonesia secara virtual di ruang sidang DPRD provinsi Lampung, Senin (16/8). Foto M. Tegar Mujahid/ Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID-Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia menghadiri Rapat Paripurna dalam rangka Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan Repubik Indonesia (RI) Ke-74 dengan agenda Mendengarkan Pidato kenegaraan Presiden RI Joko Widodo, di Ruang Sidang DPRD Provinsi Lampung, Bandarlampung, Senin (16/8).

Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Lampung dibuka oleh Ketua DPRD Provinsi Lampung Mingrum Gumay. Pelaksanaan paripurna menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan ketat.


Dalam pidatonya, Presiden Jokowi berbicara mengenai krisis, resesi, dan pandemi itu seperti api. Menurutnya, pandemi sebisa mungkin dihindari. Akan tetapi, jika tetap terjadi, banyak pelajaran yang bisa diambil sebagai pelajaran. “Api memang membakar, tetapi juga sekaligus menerangi. Kalau terkendali, dia menginspirasi dan memotivasi. Dia menyakitkan, tetapi sekaligus juga menguatkan,” kata Jokowi.

Baca Juga:   Sasar Calon Penumpang Travel, Pemalsu Surat Rapid Manfaatkan Usaha Miliknya

Untuk itu, Indonesia ingin pandemi ini menerangi diri untuk mawas diri, memperbaiki diri, dan menguatkan diri dalam menghadapi tantangan masa depan. Jokowi menyebut pandemi juga seperti kawah candradimuka yang menguji, mengajarkan dan sekaligus mengasah. Pandemi memberikan beban yang berat, beban yang penuh risiko dan memaksa bangsa ini menghadapi dan mengelolanya.

“Semua pilar kehidupan kita diuji, semua pilar kekuatan kita diasah. Ketabahan, kesabaran, ketahanan, kebersamaan, kepandaian, dan kecepatan kita, semuanya diuji dan sekaligus diasah. “Ujian dan asahan menjadi dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan. Bukan hanya beban yang diberikan kepada kita, tetapi kesempatan untuk memperbaiki diri juga diajarkan kepada kita. Tatkala ujian itu terasa semakin berat, asahannya juga semakin meningkat,” tambahnya.

Baca Juga:   Belum Temukan Hewan Laut yang mati Terdampak Pencemaran

Di sidang tahunan MPR ini, Jokowi menyebut semua ini adalah proses menjadi bangsa yang tahan banting, kokoh, dan mampu memenangkan gelanggang pertandingan. Jokowi juga berbicara perjalanan sejarah bangsa Indonesia telah melalui etape-etape ujian yang berat.

“Alhamdulillah kita berhasil melampauinya. Kemerdekaan Republik Indonesia bukan diperoleh dari pemberian ataupun hadiah, tetapi kita rebut melalui perjuangan di semua medan. Perang rakyat, perang gerilya, dan diplomasi di semua lini dikerahkan, dan buahnya membuat Indonesia sebagai bangsa yang merdeka,” ujar Jokowi.

Jokowi menyebut resesi dan krisis yang telah terjadi setelah Indonesia merdeka bisa dilalui. Ujian ini makin menguatkan fondasi bangsa Indonesia. (rma/rls/wdi)




  • Bagikan