Tubaba  

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Dianugerahi Gelar Adat di Tubaba


RADARLAMPUNG.CO.ID – Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan,PhD. dianugerahi gelar adat kehormatan Tuan Permata Negara oleh masyarakat adat Mego Pak Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba).

Prosesi pengangguran digelar di Sessat Agung Bumi Gayo, Komplek Islamik Center Tubaba, Kelurahan Panaragan Jaya, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Minggu (8/5).





Prosesi pemberian gelar dilakukan melalui proses yang cukup khidmat. Pertama-tama, saat tiba di Kompleks Dunia akhirat, Islamic Center Tubaba, Anis menaiki Rato (kereta kebesaran yang biasa digunakan untuk seseorang memperoleh gelar adat).

Kemudian Anies diarak tokoh dan masyarakat dan kemudian disambut Bupati Tubaba Ir. Hi. Umar Ahmad, para pejabat pemerintahan, para tokoh adat dari berbagai tiyuh se-Tubaba dan undangan yang hadir di Sessat Agung.

Baca Juga:   Tubaba Gelontorkan Asuransi Sapi

Di dalam Sessat Agung, Anis (cakak pepadun) menaiki tahta khusus untuk memperoleh gelar kehormatan dengan mengenakan pakaian adat lengkap.

Umar Ahmad memberikan apresiasi yang tinggi kepada Anis karena di tengah kesibukannya masih menyempatkan waktu untuk bertubaba.

“Selamat datang di Tubaba. Terima kasih atas kedatangannya. Terima kasih telah mengawal Kabupaten Tulangbawang Barat Pulang ke Masa Depan menuju Tubaba,”ungkap Umar saat menyampaikan sambutannya.

Kedatangan Anies Baswedan menurut Umar untuk kedua kalinya menjadi semangat baru bagi masyarakat untuk terus menanam kebaikan di Bumi Ragem Sai mangi Wawai.

“Kami juga mendukung penuh langkah-langkah kedepan, apa yang menjadi harapan Pak Anis untuk di masa-masa yang akan datang,” ucap Umar.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan PhD. menyatakan, bahwa penganugerahan gelar adat kehormatan Tuan Penata Negaro yang diterimanya pada Minggu 8 Mei 2022 di Sesat Agung bumi Gayo Ragem Sai Mangi Wawai tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

Baca Juga:   Tubaba Gelontorkan Asuransi Sapi

Karenanya, ia pun menyampaikan bahwa rasa syukur dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh toko adat dan Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat yang telah menganugerahkan gelar tersebut.

Sebab ketika pertama kali datang ke daerah pemekaran Kabupaten Tuba ini, tepatnya pada 10 November 2010 lalu, yang ada di benaknya adalah bercita-cita ingin maju bersama.

Keinginan maju bersama tersebut sejalan dengan gagasan dan keinginan Bupati Tubaba Ir. Umar Ahmad yang sangat visioner dan masyarakat yang sangat terbuka serta ingin maju.

Sebab berbicara investasi pendidikan tidak bisa di rasakan dalam waktu yang yang singkat, bahkan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membuktikan sebuah keberhasilan dari investasi tersebut.

Baca Juga:   Tubaba Gelontorkan Asuransi Sapi

“Izinkan dari hati yang paling dalam, dari rasa apresiasi yang paling tinggi, kami sampaikan terima kasih dan terima kasih. Ini sebuah kehormatan yang diembankan kepada kami, insya Allah akan kami emban dengan sebaik-baiknya, kami jaga.

Seluruh tokoh adat yang saya hormati, Pimpinan Lembaga Adat Marga Empat, izinkan saya menyampaikan bahwa Tulangbawang Barat akan selalu menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup saya kedepan, sebuah tempat yang memberikan kesan amat mendalam dan ini insya Allah kali ketiga tiba di Tubaba, tapi bukan kali terakhir tiba di Tulang Bawang Barat,” ungkapnya. (fei/ang)