Gubernur Lepas Ekspor 10.400 Unit Produk Cokelat

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Sebanyak 10.400 unit hasil produk cokelat asal Lampung dilepaskan untuk di ekspor. Gubernur Lampung Arinal Djunaidi memimpin langsung pelepasan yang digelar di Kantor PT Aneka Cokelat Kakoa, Sabtu (24/7).

Pelepasan perdana ini, juga dihadiri Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Lampung Budiharto Setyawan. Nantinya produk PT Aneka Cokelat dari Pelabuhan Panjang, Lampung menuju Singapura dengan total 10.400 unit produk dengan nilai capai Rp200 juta.


Pemerintah Provinsi Lampung mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Bank Indonesia Kantor Perwakilan Lampung, PT Aneka Cokelat Kakoa, dan Seluruh pihak yang memberikan dukungan pada kegiatan ekspor ini, terutama produk UMKM di Provinsi Lampung.

“Semoga upaya yang kuta lakukan memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan perekonomian dan menciptakan optimisme bagi pelaku usaha di Lampung,” ungkap Arinal.

Dirinya juga mendukung upaya ekspor ini sebagai wahana untuk lebih memotivasi para pelaku usaha agar tetap bersemangat menjalankan bisnis dan ekspor di masa pandemi ini pandemi covid-19 telah berdampak pada perubahan tatanan kehidupan sosial, serta menurunnya kinerja ekonomi di sebagian besar negara di dunia termasuk Indonesia.

Baca Juga:   TNI-AD Gelar Serbuan Vaksin di Bandara Radin Inten II

Menurutnya, perekonomian provinsi Lampung juga masih mengalami penurunan, mulai dari triwulan II tahun 2020 hingga triwulan I tahun 2021. Namun demikian penurunan kinerja ekonomi global ini dapat menjadi momentum bagi Indonesia khususnya provinsi Lampung, untuk melakukan pembenahan dan mengejar ketertinggalan sebagaimana arahan presiden pada rapat kerja Kementerian Perdagangan bulan Maret tahun 2021.

“Terkait dengan perdagangan luar negeri untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional, mulai mendorong UMKM untuk melakukan ekspor dan pengembangan perdagangan digital untuk pasar ekspor. Jika kita melihat kinerja ekspor provinsi Lampung pada bulan Januari sampai dengan Mei 2021 sebesar USD 1,61 miliar, Amerika Serikat terjadi peningkatan sebesar 46,25% dibandingkan dengan kinerja Januari sampai dengan Mei 2021 yang sebesar USD 1,1 miliar,” ucapnya.

Selain itu, peningkatan terjadi pada hampir seluruh golongan lengan barang utama ekspor seiring dengan meningkatnya ekspor pada periode Januari sampai dengan Mei 2021. dengan nilai impor provinsi Lampung sebesar USD 1,1 miliar mengalami peningkatan sebesar 80,75% jika dibandingkan dengan periode Januari sampai dengan Mei 2020 yang mencapai USD 0,51 miliar dengan demikian menghasilkan kondisi surplus neraca perdagangan sebesar USD 0,609 miliar lebih baik.

Baca Juga:   KM Lawit Isoter Pasien Tanpa Gejala Kembali ke Jakarta

Maka, apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020 yang mengalami surplus sebesar USD 0,5 miliar tentunya ini menjadi berita baik.

“Harapan bagi kita semua agar dapat kembali bangkit dan tetap bertahan di masa pandemi provinsi Lampung sebagai salah satu daerah lagi di Indonesia tentunya akan lebih berkontribusi pada peningkatan perekonomian daerah jika dikembangkan industri pengolahan Kakao industri pengolahan akan memberikan nilai tambah terhadap komoditas kakao yang ada.

Hal ini tentu akan menyerap lapangan kerja maka saya sangat mendukung bisnis yang dijalankan oleh PT Aneka coklat yang merupakan eksportir aneka produk olahan kelapa di provinsi Lampung terutama produk kualitas premium sehingga memiliki nilai tambah jika dibandingkan dengan ekspor atau yang masih dalam bentuk bahan baku,” tambahnya.

Selain itu apresiasi kepada PT Aneka coklat yang sedang melakukan kemitraan dengan petani coklat di Kabupaten Tanggamus dan Pesisir Barat serta akan mengembangkan usahanya di Provinsi Lampung. (rma/yud)




  • Bagikan