Gubernur Minta Stok Solar Lampung Ditambah 24 Persen


RADARLAMPUNG.CO.ID – Menyikapi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi, solar di Lampung. Gubernur Lampung Arinal Djunaidi bakal menyurati Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) untuk menambah pasokan 24% untuk Lampung.

Hal ini disampaikan Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setprov Lampung, Kusnardi pada Rabu (16/3).





“Iya sudah dirapatkan. Atas usulan Pak Gubernur Lampung, Lampung akan meminta tambahan stok untuk solar tahun ini sebesar 24% dari kuota yang ada,” ungkap Kusnardi.

Untuk BBM solar sendiri pada 2022, Lampung mendapatkan kuota sebanyak 640.295 kiloliter. Sementara 2021 lalu sebanyak 640.293 kiloliter. Jumlah itu hanya naik 0,0006%.

Kusnardi mengakui, mulai bergeliatnya ekonomi saat ini berpengaruh dengan stok solar yang ada.

“Kita sudah koordinasi dengan Pertamina, bahwa permasalahan solar ini terjadi sesaat mengenai antrean. Karena itulah kita minta tambah stok, karena saat ini mulai bergeliat ya ekonomi sehingga membutuhkan stok yang lebih banyak,” tambahnya.

Kusnardi juga menghimbau, pembelian solar harus sesuai peruntukannya. Dia meminta para pengusaha bahkan pemilik kendaraan pribadi untuk tidak menggunakan solar. Melainkan beralih ke Dextalite.

“Memang tidak ada larangan membeli itu (solar), tapi kita tetap himbau bagi masyarakat yang ekonomi menengah keatas untuk bisa membeli solar non subsidi. Sehingga yang subsidi bisa dirasakan betul oleh masyarakat,” lanjutnya.

Selain itu guna mengantisipasi kelangkaan, Kusnardi mengajak Pemda kabupaten/kota melakukan pengawasan ketat sehingga dapat dihindari upaya tindak penyalahgunaan dimasyarakat.

“Kita kerjasama dengan semua stakeholder untuk lakukan monitoring dan pengawasan bersama baik dari Hismawa Migas, pemerintah provinsi, kabupaten/kota. Sehingga dapat terhindar dari penyalahgunaan di masyarakat,” tandasnya. (rma/yud)