Gubernur serta Kada di Lampung Bakal Surati Presiden Desak Tambah Dosis Vaksin dan Obat Covid-19

  • Bagikan
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi saat memimpin rapat konsolidasi penanganan covid-19 di Lampung. Foto Diskominfotik Lampung

RADARLAMPUNG.CO.ID-Guna mempercepat proses vaksinasi dan pengobatan pasien Covid-19, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi bersama Bupati dan Walikota se Provinsi Lampung berencana menyurati Presiden RI, Joko Widodo.

Hal ini dirasa perlu, karena menurut Arinal, Lampung juga termasuk Provinsi yang memiliki potensi perekonomian. Serta kondisi kasus Covid-19 yang masih cukup tinggi di Lampung.


“Karena memang ada keterbatasan drop vaksin dari pemerintah pusat, maka saya bersama Bupati/walikota di Lampung akan mengirimkan surat ke Presiden bahwa Lampung butuh vaksin dan obat Covid-19 mendesak,” ungkap Arinal, dalam Rapat Koordinasi bersama Kabupaten/kota dalam penanganan Covid-19 di Provinsi Lampung, Senin (26/7).

Mengingat, Lampung masih butuh 13 juta vaksin. Maka Arinal memerintahkan kabupaten/kota untuk mencatat berapa kebutuhan vaksin. Sehingga bisa dilaporkan berdasarkan kebutuhan vaksin langsung di kabupaten/kota.

Begitu juga mengenai obat Covid-19. Dalam laporan kepada Arinal, Kadis Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana mengatakan di Lampung saat ini ketersediaan obat covid di sarana Apotek, Pedagang besar farmasi (PBF) dan rumah sakit terbatas.

“Bahkan apotek yang Berada di Bandarlampung tidak ada yang memiliki stok obat covid-19. Untuk pedagang besar farmasi dari 47 PBF hanya dua PBF yang memiliki stok obat jofit itupun hanya terbatas jumlah dana itemnya. Seperti PT Parit Padang Global yang hanya memiliki stok Oseltamivir kapsul 40 buah. Kemudian stok azithromysin tan 80 buah,” ungkap Reihana.

Baca Juga:   Update Covid-19 Lampung : PPKM Bandarlampung Level 3, 14 Daerah Level 2

selain itu, KFTD Lampung memiliki stok favipiravir sebanyak 25000 tab, remsidivir 15 vl dan azithromysin 8600 tab. Sementara usulan kebutuhan obat dan vitamin di provinsi Lampung untuk oseltamivir per bulan membutuhkan 700 dan prediksi ke depan membutuhkan 8.400. dimana kebutuhan pasiennya adalah 28 tab. Kebutuhan obat selama 1 tahun 235.200 usulan kebutuhan tahun 2021 205.000.

Favipiravir 200 mg rata-rata per bulan membutuhkan 700 prediksi 1 bulan ke depan 8400 di mana kebutuhan per pasiennya 40 tab, kebutuhan obat selama 1 tahun 336.000 dan usulan kebutuhan tahun 2021 sebanyak 220.000. remdesivir injeksi 100 mg per bulan 700 dan prediksi 1 tahun kedepan 8400. Kebutuhan per pasiennya 12, kebutuhan obat selama satu tahun 100.800 dan usulan kebutuhan tahun 87.000.

Azitromycin tab 500 mg kebutuhan per pasien 7,5 kebutuhan obat selama satu tahun 58.800, dan usulan kebutuhan tahun 2021 51000. Vitamin C tab 500 mg butuh rata-rata kasus per bulan 700, prediksi kasus-kasus 1 tahun kedepan 8.400, kebutuhan per pasiennya 14, kebutuhan obat selama 1 tahun 117.600 dan usulan kebutuhan tahun 2021 105.000. Multivitamin rata-rata kasus per bulan 700 , prediksi kasus-kasus 1 tahun kedepan 8.400, kebutuhan per pasiennya 14, kebutuhan obat selama 1 tahun 117.600 dan usulan kebutuhan tahun 2021 105.000.

Baca Juga:   Gubernur Lampung Ajak Bank Dukung KPB

Sementara di Lampung, pemerintah pusat telah menetapkan Bandarlampung masuk dalam penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4. Sementara 14 kabupaten/kota lainnya masuk dalam level 3.

Untuk itu, Gubernur berharap agar Kepala Daerah dalam penanganan Covid-19 untuk lebih fokus dan membangun kerjasama yang baik antara Kepala Daerah terkait penyesuaian kegiatan di masyarakat. Hal ini dilakukan agar masing-masing kabupaten/kota dapat mengantisipasi dan menyiapkan fasilitas untuk penanganan Covid-19 yang lebih memadai.

Gubernur juga meminta percepatan penyerapan anggaran Covid-19 agar dapat merealisasikan insentif tenaga kesehatan, meningkatkan pengawasan dari desa, dan bantu dalam pemenuhan oksigen. (rma/wdi)




  • Bagikan