Gubernur Siap Perangi Pengusaha Impor Kopi

  • Bagikan
FOTO RIMA/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Banyaknya komoditi pertanian asli Lampung masuk 10 besar nasional, bakal terus diperjuangan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi. Bahkan, Arinal siap perang dengan pengusaha yang ketahuan bermain impor kopi yang masuk ke Lampung.

Demikian ditegaskan Arinal dalam sambutannya di agenda Coffee Morning yang digelar di PT Pelindo II Panjang, Senin (9/3).

Arinal mengatakan, tidak ada komoditi pertanian asli Lampung yang tidak masuk 10 besar. Namun masih ada saja impor, salah satunya kopi.

“Saya siap perang kalau PMA (penanaman modal asing), apalagi eksportir masih impor. Begitu juga singkong nomor 1 di dunia, tapi masih impor, luar biasa permainannya,” beber Arinal.

Arinal mempertanyakan, untuk apa kopi impor dari Vietnam. Ada beberapa pengusaha yang melakukannya di komoditi kopi, sehingga menyebabkan kopi Lampung memiliki rasa berbeda.

Baca Juga:   DPRD Lampung Dorong Percepatan Realisasi DAK Fisik

Arinal mengaku telah memiliki nama-nama pengusaha yang tetap melakukan impor kopi. Padahal Lampung merupakan daerah penghasil kopi.

“Sekarang tidak melalui Pelabuhan Panjang lagi impornya. Tapi melalui pelabuhan di daerah lain, bukan saya tidak tahu. Saya tahu itu,” tambah Arinal.

Arinal mengaku akan sepenuhnya membela rakyat Lampung yang tercatat 9,7 juta jiwa dan sebagian besarnya adalah petani. “Saya akan berperang demi rakyat Lampung. Kalau disuruh milih antara rakyat dan pengusaha, pasti saya pilih rakyat,” tambahnya.

Karena itu, Arinal menegaskan jangan sampai pengusaha mengambil keuntungan dari rakyat, terutama petani.

“Ini bukan menuduh, tapi mari bersama anak bangsa lebih baik ekspor daripada mengambil keuntungan di tengah kesulitan petani. Karena saya juga harus mengembangkan ekonomi kerakyatan, daerah Lampung juga sebagai penghasil kopi terbesar yang juga didukung dari Sumsel dan Bengkulu,” tandasnya. (rma/sur)




  • Bagikan