Guru Bahasa Lampung Kian Dibutuhkan

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID-Guru Bahasa Lampung saat ini semakin dibutuhkan. Selama ini tercatat, demi memenuhi mata pelajaran Bahasa Lampung, harus mengandalkan guru mata pelajaran lainnya yang dianggap mampu dalam mengajar.

Hal ini diungkapkan Inisiator Prodi Bahasa Lampung, Universitas Lampung (Unila), Dr. Farida Ariyani. Dalam riset yang di lakukan pada 2014 lalu, Farida mengungkapkan kebutuhan guru Bahasa Lampung yang formal mencapai belasan ribu. “Kebutuhan guru Bahasa Lampung berdasarkan riset saya pada 2014 itu butuh banyak sekali. Secara formal di Lampung masih kekurangan 7 ribu sampai 12 ribu guru,” jelas Ida, Rabu (7/7).

Di lapangan, sekolah-sekolah juga kekurangan guru Bahasa Lampung. Meskipun pernah ada dibukanya pendidikan Bahasa Lampung yang mulai dibuka pada 1998 lalu, namun hanya jenjang Diploma III (D-III), belum bisa memenuhi kebutuhan guru.

Terlebih, jenjang pendidikan diploma satu-satunya tentang Bahasa Lampung itu pun terpaksa berhenti pada tahun 2005. Dikarenakan melihat pengangkatan guru oleh Pemda setempat yang tidak begitu banyak.

Alhasil, pendidikan khusus untuk guru Bahasa Lampung itupun tidak berlanjut. Lulusannya hanya sejak dibuka sejak 1998 sampai 2005. Itu juga tidak setiap tahun dibuka dua kelas, terkadang hanya satu kelas penerimaan setiap tahunnya. Artinya, jumlahnya kian terbatas.

Baca Juga:   Gelar Webinar Buah Segar Sebagai Sumber Serat Pangan di Masa Pandemi

Akhirnya mulailah Farida dan beberapa rekannya tergerak untuk menindaklanjuti adanya prodi S-1 (Sarjana Strata 1) Pendidikan Bahasa Lampung. Apalagi undang-undang yang mengharuskan guru menyandang gelar S-1, bukan diploma. Namun, seiring berjalannya waktu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan

“Kita sempat terkendala regulasi, apalagi banyak syarat yang ditentukan. Sampailah ada moratorium untuk Bahasa Lampung dibuka, itu karena ada pasal yang menyebut untuk kepentingan khusus di provinsi atau daerah boleh dibuka,” jelas Ida.

Maka pada 2021 ini, Prodi Pendidikan Bahasa Lampung mulai dibuka. Prodi ini diharapkan dapat mulai memenuhi kuota kekurangan guru Bahasa Lampung yang benar-benar lulusan Pendidikan Bahasa Lampung.

“Meskipun sejak 2005 sampai 2020 belum kembali dibuka, tapi saya tahu pembelajaran Bahasa Lampung tidak berhenti. Saya tahu pembelajaran di daerah tetap berjalan. Walaupun saya tahu yang mengajar itu ada yang orang Lampung, yang penting dia ngajar, bahkan prodi lain mengajar. Makanya diharapkan tahun ini dibuka, kita bisa sedikit membantu kebutuhan guru Bahasa Lampung di Lampung,” jelas Farida.

Baca Juga:   UTI Kirim 60 Mahasiswa Ikut Program Kampus Mengajar

Pada Februari lalu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Sulpakar mengungkapkan Pemprov Lampung mendukung penuh dengan dibukanya prodi Pendidikan Bahasa Lampung di Unila.

Maka dengan adanya pembukaan prodi baru ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan guru bahasa Lampung di Lampung. Mengingat, saat ini baik di SD, SMP, SMA/SMK Sudah ada muatan lokal. Hanya sekarang pelaksanaannya memanfaatkan guru-guru dulu lulusan D-III bahasa Lampung saat ada kerjasama dengan Unila.

“Kami juga memanfaatkan potensi tenaga pengajar yang ingin mengajar dengan memanfaatkan hanya bisa bahasa Lampung, bisa aksara Lampung bukan pendidikan. Nah jadi harapan nya, dengan pembukaan prodi bahasa Lampung ini, maka 5 tahun kedepan kita sudah punya sarjana. Nah inilah yang akan diharapkan jadi tenaga pendidik kita, dan jika ini terus terisi maka 17 ribu lebih guru bahasa Lampung yang diharapkan bisa dipenuhi,” terang Sulpakar. (rma/wdi)




  • Bagikan