Guru Ngaji di Tuba Kaget, Anak Didiknya Dibagikan Buku Pemahaman Nasrani

  • Bagikan
Musyawarah penyelesaian permasalahan di Kantor Kemenag Tulangbawang. Foto M. Zainal Arifin/Radarlampung.co.id
Musyawarah penyelesaian permasalahan di Kantor Kemenag Tulangbawang. Foto M. Zainal Arifin/Radarlampung.co.id

Radarlampung.co.id – Ustadz Khoirul Anam, warga Kampung Wonorejo, Kecamatan Penawaraji, Tulangbawang, kaget bukan main. Itu setalah ia melihat anak didiknya memegang aksesoris, kaset, serta buku pemahaman tentang agama Nasrani.

Setelah ditelusuri, ternyata para anak didik yang semuanya beragama muslim tersebut mendapatkan barang-barang tersebut dari balai kampung setempat.


Hal ini disampaikan Ustadz Khoirul saat musyawarah penyelesaian permasalahan di Kantor Kemenag Tulangbawang, Jumat (8/10).

“Saya tidak masalah jika anak didik saya mendapatkan bingkisan yang isinya sandal, sepatu, atau peralatan sekolah. Namun di situ juga disisipkan kalung salib, buku pemahaman agama nasrani, cangkir bergambar salib, dan lainnya,” kata Ustadz Khoirul ketika menceritakan duduk permasalahan.

Baca Juga:   Mantan Wagub Lampung Diperiksa KPK Soal Perkara Gratifikasi Lampura

Menurutnya, sebagai guru mengaji dan seorang muslim, ia tidak bisa diam ketika anak didiknya mendapatkan bingkisan tersebut.

“Ini hak saya sebagai seorang muslim dan guru ngaji untuk membentengi anak didik dan agama Islam. Mungkin ada yang menganggap ini masalah kecil, tapi bagi saya tidak. Makanya saya banyak meminta pendapat dalam forum ini. Itulah keluhan saya sebagai guru ngaji,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Kampung (Kakam) Wonorejo Jumbadi menceritakan awal mula adanya permasalahan tersebut.

Peristiwa itu bermula saat ia dihubungi Pendeta Timotius beberapa hari sebelum kegiatan pembagian bingkisan di balai kampung Wonorejo.

“Beliau mengatakan ada banyak bingkisan yang diterima oleh pihak gereja dari yayasan. Kemudian, karena jemaat gereja di kampung Wonorejo tidak begitu banyak, pak Pendeta Timotius menyampaikan usulan jika ingin berbagi kepada masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Baca Juga:   Soal Lakalantas Maut, DPRD Tuba: Jalan Belum 100 Persen Jadi, Harus Segera Dipasang Banner Imbauan

Sebagai kepala kampung, Jumbadi menyambut baik usulan Pendeta Timotius. Sebab, lanjutnya, pada tahun 2019 lalu pihak gereja juga pernah memberikan bingkisan berupa mainan anak-anak serta peralatan sekolah.




  • Bagikan