Guru SD Korban Hipnotis Dijanjikan Haji dan Umroh

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Saadiah (44) yang menjadi korban penipuan dengan modus hipnotis mengaku kejadian tersebut terjadi saat dirinya hendak pulang kerumah usai memberikan hak suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Waktu saya mau pulang ada seorang laki-laki (pelaku) yang nggak saya kenal, pria itu nanya panti jompo di Lampung Selatan, dia bilangnya mau nyumbang Rp. 100 juta, terus dia juga bilang kalau saya bisa nunjukin alamatnya, saya mau dikasih hadiah. Orang itu juga sempat nunjuki uang tapi bukan rupiah kata dia uang Brunai,” ujarnya, Jumat, (29/6) kemarin.

Saadiah mengatakan, saat sedang berbincang-bincang dengan pria tersebut, tiba-tiba ada seorang wanita paruh baya yang menghampiri ikut, lalu ikut berbincang-bincang.

“Wanita itu bilang ada apa? Lalu pria itu menjelaskan keperluannya, kemudian saya diminta untuk membantunya. Kayanya mereka masih satu komplotan,” jelasnya.

Lanjut Saadiah, dirinya dan kedua pelaku itu berjalan kaki mencari money changer untuk menukarkan uang Brunai yang dibawa pelaku pertama.

“Saat dalam perjalanan ada mobil berhenti dipinggir Jalan Hasanudin, dalam mobil ada dua orang pria dan salah satunya sempat menyapa, lalu turun dari mobil dan sempat ngbrol, kedua kedua dalan mobil ngaku orang Bank, setelah itu saya dan mereka naik mobil,” paparnya.

Baca Juga:   Ini Instruksi Walikota Terkait Bandarlampung Masuk dalam Kategori PPKM Level 4

Masih kata dia, ketika berada didalam mobil, para pelaku membujuk dan mengiming-iming, kalau uang Brunai sudah ditukarkan dirinya akan diberangkatkan Haji dan Umroh.”Pria yang pegang uang Brunai nanya saya ada buku tabungan dan ATM gak? karena itu untuk daftar umroh. Saya jawab ada di rumah,” kata dia.

Kemudian, korban bersama para pelaku menuju ke kediamannya untuk mengambil buku tabungan ATM miliknya.”Waktu sampai rumah ituz rumah saya sedang sepi, soalnya ketiga anak saya lagi gak di rumah,” ujarnya.

Dia mengatakan, setelah kartu ATM dan buku tabungan diserahkan, keempat pelaku mengajak dirinya menuju ATM BRI yang ada di Pasar Kangkung. Sesampai dilokasi pengambilan uang di mesin ATM, kemudian salah satu turun dari mobil.

“Ada salah satu pelaku mau ambil uang di ATM tapi gak jadi, karena saldo saya hanya berisi satu juta. Lalu salah satu pelaku wanita ini berpura-pura bantu dengan memberikan gelas emas ditangannya diberikan ke pria tersebut,” jelasnya.

Baca Juga:   Bandarlampung Diminta Testing 2333 Sampel Per Hari

Ia menambahkan, pelaku wanita itu meminta kepada dirinya memberikan sejumlah perhiasan miliknya untuk dapat membantu pelaku yang ingin memberikan sumbangan ke panti jompo.

“Saya secara gak sadar memberikan gelang dan emas seberat 14 gram. Lalu mereka nanya lagi masih ada gak perhiasan yang saya miliki, terus saya jawab masih ada di rumah, kemudian kerumah, saya berikan lagi 100 gram. Setelah itu saya naik mobil lagi diajak keliling dan saya diturunkan di seputaran Mall Kartini,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Usai mencoblos di TPS Jalan Hasnudin, Gunung Mas, Telukbetung Selatan, Bandarlampung, pada Pilgub 2018, Rabu (27) lalu, seorang guru Sekolah Dasar (SD) bernama Saaidah (44) menjadi korban penipuan dengan modus hipnotis, pada Rabu, (27/6), sekitar pukul 10.00 wib.

Akibat peristiwa tersebut Saaidah mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah dan sudah melaporkan kejadian itu ke Polsek Telukbetung Selatan dengan nomor laporan LP/B/278/VI/2018/Resta Balam/Sektor TBS/Rabu, 27 Juni 2018. (ndi/ang)




  • Bagikan