Halal Bihalal UTI Berlangsung Khidmat 


RADARLAMPUNG.CO.ID – Keluarga besar sivitas akademika Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) menggelar halal bihalal, Senin (9/5). Kegiatan di Gelanggang Mahasiswa tersebut berlangsung khidmat.

Rektor Dr. HM Nasrullah Yusuf, S.E., MBA bersyukur setelah dua tahun, kampus bisa mengadakan halal bihalal lagi. ”Bahkan selama Ramadhan, mahasiswa dan dosen bisa mengadakan salat tarawih berjamaah di Masjid Asmaul Yusuf,” kata HM Nasrullah Yusuf.





Ia mewakili kampus mengucapkan mohon maaf lahir dan batin kepada semua, sekaligus meminta maaf jika selama ini ada kekeliruan dalam memimpin kampus.

“Pandemi mengubah cara berkomunikasi dan cara belajar kita. Jika sebelum pandemi, pertemuan mesti dilakukan secara tatap muka, kini diubah menjadi bentuk virtual. Kalau dahulu mesti melakukan pertemuan di banyak kota, kini cukup dengan zoom pertemuan bisa dilakukan.

Baca Juga:   Tiga Mahasiswa Polinela Raih Medali Emas pada Event Pencak Silat Tingkat Provinsi Lampung

Saya bahkan pernah melakukan pertemuan virtual lima kali dalam sepekan di berbagai daerah. Ini perubahan yang luar biasa,” ujarnya.

Rektor juga menjelaskan, di tengah situasi pandemi, peringkat Universitas Teknokrat Indonesia lewat Webometrics dan Unirank melejit. Bahkan melampaui kampus negeri. Kini UTI menjadi PTS terbaik di ASEAN.

“Pencapaian ini sebuah anugerah di tengah pandemi. Bahkan kaget, dalam bidang penelitian, kampus ini adalah yang terbaik di ASEAN. Oleh karenanya, mahasiswa harus belajar demokrasi dengan benar. Selain itu, meningkatkan kegiatan social, karena masih banyak warga yang mesti dibantu,” paparnya.

Disamping itu, kinerja penelitian kampus ke depan mesti didorong, Hal inilah yang menjadikan Teknokrat bisa masuk jejeran elite kampus dalam hal penelitian.

Baca Juga:   Hari Pertama UTBK-SBMPT Diwarnai Mati Listrik, Ratusan Peserta tak Hadir

“Mari kita semua introspeksi. Apakah selepas Ramadhan ini menjadi lebih baik atau tidak. Kami juga melakukan otrokritik agar ke depan lebih mampu memimpin Teknokrat lebih baik. Saya ingin performa dosen dan mahasiswa memang sekelas ASEAN. Hal ini mesti ditunjang dengan perilaku, tutur kata, berpakaian, bersikap, dan berbuat yang selevel dengan ASEAN,” tandasnya. (mel/rls/ais)