Hampir Saja Skenario By Pass di Leher

  • Bagikan

Beliau pun telepon sana-sini. Akhirnya ditemukan ahli saluran darah terkemuka di Singapura. Namanya: Benjamin Chua. Prakteknya di Mount Elizabeth. Tapi berkat wibawa sang beliau, dokter Benjamin bersedia datang ke RS Mount Alvernia. Melakukan pemeriksaan dan memerintahkan dilakukan CT scan khusus keesokan harinya (Minggu).

Satu persatu beberapa bagian tubuh saya di scan. Otak, leher, dada atas, jantung, perut dan entah apalagi. Dua jam penuh saya menjalaninya di ruang CT Scan yang dingin. Serasa beku. Dari sinilah akan ditentukan nasib saya. Apakah harus menjalani operasi terbuka di leher. Untuk membuat bypass saluran darah ke otak kanan, atau ada cara lain.

Siangnya dokter Benjamin melihat hasil CT Scan. Dia tersenyum. “Tidak perlu bypass,” katanya. Alhamdulillah, saya pun amat lega. Tapi, katanya, harus dilihat sambil jalan nanti. Apakah cukup memasang stent di sepanjang saluran darah utama, atau harus ditambah dengan pembuatan cerobong ke arah saluran darah otak.

Baca Juga:   Ongko Laokao

Dokter Benjamin berusia 44 tahun. Bulan lalu, dia baru saja sukses menurunkan berat badannya. Dari 112 kg ke 96 kg. Masih ingin turun lagi lima kilogram. Dia lulusan Duke University di Virginia, AS. Saya pernah ke kampus ini dua tahun lalu. Tim basketnya juara NCAA. Kami pun punya bahan ngobrol tentang almamaternya itu. Dokter Benjamin masih memperdalam lagi ilmu saluran darahnya di Melbourne, Australia.






  • Bagikan