Harap-harap Cemas Menanti Suku Bunga Acuan

Ilustrasi IHSG

radarlampung.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada perdagangan kemarin. Rilis data neraca perdagangan yang mengecewakan menjadi kontributor koreksi dalam di bursa saham.

Pada perdagangan kemarin, IHSG terperosok 1,83%. Bursa saham kawasan juga mayoritas melemah, tetapi IHSG menjadi yang terparah.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan April secara mengejutkan membukukan defisit hingga US$ 1,63 miliar. Jauh dari konsensus pasar yang memperkirakan ada surplus US$ 6,75 juta. Ini menjadi defisit terdalam sejak April 2014.

Sementara ekspor hanya tumbuh 9,01% year-on-year (YoY), di bawah ekspektasi pasar yitu 12%. Impor melambung dengan pertumbuhan 34,68%, jauh di atas konsesnsus pasar yang memperkirakan 19,09%.

BACA  Pertamina Paparkan Pemetaan dan Prediksi Kebutuhan Energi

Oleh karena itu, cukup beralasan bila pelaku pasar bereaksi negatif atas rilis data ini. Aksi jual pun marak terjadi, termasuk oleh investor asing. Nilai jual bersih investor asing pada perdagangan kemarin mencapai Rp 1,16 triliun.

Tidak hanya terhadap IHSG, data ini juga berdampak negatif kepada nilai tukar rupiah. Senasib dengan IHSG, rupiah pun menjadi mata uang dengan depresiasi terparah di Asia.

BACA  Tingkatkan Efisiensi, Biaya Operasional Bank Bukopin Turun 5 Persen

Sedangkan bursa saham regional pun sebagian besar terjebak di zona merah. Indeks Nikkei 225 turun 0,21%, Hang Seng anjlok 1,23%, Strait Times melemah 0,62%, Kospi terkoreksi 0,71%, dan KLCI minus 0,12%.

Investor regional nampaknya masih mencerna data ekonomi China yang cenderung variatif. Produksi industri Negeri Tirai Bambu tumbuh 7% YoY pada periode April, mampu melebihi ekspektasi pasar sebesar 6,3%.

BACA  Terus Merugi PT CPB, WM dan BLK  Ubah Pola Usaha

Namun di sisi lain, investasi modal tetap China hanya tumbuh 7%. Lebih rendah dari konsensus yang dihimpun Reuters yang mengestimasikan pertumbuhan sebesar 7,4%.

Selain itu, pelaku pasar cenderung bermain aman sembari menunggu perkembangan lebih lanjut pertemuan antara China dan Amerika Serikat (AS) untuk membahas kerja sama dagang antara kedua belah pihak. Wakil Perdana Menteri China Liu He akan melakukan kunjungan ke AS pada 15-19 Mei guna melakukan negosiasi perdagangan. (cnb/ynk)

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here