Harga Cabai Rawit di Lampura Semakin Pedas

  • Bagikan
Harga cabai, terutama cabai rawit di pasar tradisional Lampung Utara tidak stabil dan cenderung naik. Saat ini, cabai rawit mencapai Rp70 ribu per kilogram. FOTO FAHROZY IRSAN TONI/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Persediaan yang terbatas membuat kenaikan harga sejumlah komoditas di pasar tradisional Lampung Utara. Antara lain cabai merah dan cabai rawit.

Cabai merah yang semula Rp35 ribu per kilogram, saat ini mencapai Rp50 ribu per kilogram. Sementara cabai rawit Rp70 ribu per kilogram.

Menurut Bela, salah seorang pedagang sayuran di Pasar Pagi Kotabumi, harga cabai merah sempat naik turun. “Saat ini sudah naik lagi. Paling mahal cabai rawit,” kata Bela, Sabtu (6/2).

Baca Juga:   13 Tersangka Diringkus, Empat Diantaranya Kena Timah Panas

Bela menyatakan, kenaikan tersebut disebabkan karena stok cabai terbatas. Terlebih saat musim hujan. “Kalau hujan gini, biasanya nggak pada panen. Karena takut busuk,” ujarnya.

Selain cabai, harga sawi, kacang panjang, bayam dan kembang kol juga naik. “Rata-rata kenaikannya Rp500-Rp1.000. Kenaikan harga membuat pedagang kesulitan untuk memasarkannya,” keluh ibu dua anak ini.

Baca Juga:   Terpapar Covid-19, Samsat Kotabumi Lumpuh

Ia berharap harga sayur mayur, khususnya cabai bisa stabil, agar omzet penjualan kembali teratur.

Sementara Dina (24), warga SKB, Kelurahan Tanjungaman mengaku hanya membeli sayur seperlunya. “Awalnya beli sayur buat stok. Karena harganya naik terus, beli sedikit-sedikit saja,” cetusnya. (ozy/ais)

 

 



  • Bagikan



Lampung Barat Diguncang Gempa Tektonik Bejat! Paman Cabuli Keponakan Hingga Hamil Delapan Bulan ASDP Tak Melayani Pemudik, Kecuali…