Harga Daging Melonjak Tajam, Kadisdag: Itu Merata se-Indonesia 

  • Bagikan
Salah satu pedagang daging sapi di Pasar Waykandis, Bandarlampung, Minggu (9/5). FOTO MELIDA ROHLITA/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Harga daging sapi terus melonjak naik jelang H-4 hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah. Seperti yang terpantau di pasar-pasar Bandarlampung, Minggu (9/5).

Pantauan radarlampung.co.id di Pasar Tempel Rajabasa, harga daging sapi mencapai Rp140 ribu. Begitupun di Pasar Waykandis, Kecamatan Waykandis, Bandarlampung, naik dari harga awal ramadahan yaitu Rp120 ribu.

Siti (46), warga Rajabasa, Bandarlampung, sengaja datang lebih awal di pasar demi menghindari kenaikan daging yang lebih tajam lagi.

“Sengaja beli hari ini, kalau besok itu kata pedagangnya udah jadi Rp150 ribu, jadi ditaro kulkas buat lebaran nanti, gimana ya mau keberatan harga segitu ya pasti, tapi gimana mau lebaran,” katanya.

Baca Juga:   Pedagang Kios Al-Furqon Keberatan Bergantian Tempat dengan Pedagang Malam

Selain itu, dirinya juga berniat ke pasar pada empat hari menuju lebaran ini lantaran enggan berdesak-desakan nantinya.

“Gak mau desek-desekan juga, takut Corona mending belinya dari sekarang jadi nanti tinggal masak aja,” ujarnya.

Sementara itu, Kadis Perdagangan Bandarlampung Adiansyah mengatakan, kenaikan harga tersebut merupakan hal yang rata di seluruh Indonesia karena permintaan meningkat.

“Fenomena ini tahunan, mau mendekati lebaran permintaan semakin banyak mungkin di tempat pemotongan-pemotongan juga sudah agak naik, tapi nanti setelah lebaran juga turun lagi, ini rata seluruh Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, kini pemerintah pusat sedang mengendalikan harganya dengan mendatangkan daging impor dari Australia sehingga masyarakat bisa beralih kepada daging tersebut.

Baca Juga:   Buktikan Program Kerja, Koperasi TKBM Serahterimakan 42 Unit Rumah ke Anggota

“Pengendalian itu dilakukan supaya harga daging lokal ini tidak terlalu tinggi, tetapi untuk stok cukup, impor juga cukup jadi karena permintaannya meningkat, jadi naikin juga harganya. Saya juga gak bisa katakan wajar tapi pemerintah pusat juga antisipasi dari impor itu,” tandasnya. (mel/sur)



  • Bagikan