Harga Pakan Melambung, Peternak Ayam Nglurug ke Pemprov Lampung

  • Bagikan
Kelompok Ternak Ayam Petelur (Ketat) Sejahtera saat berdialog dengan Sekprov Lampung Fahrizal Darminto, di ruang Abung, Pemprov Lampung, Jumat (24/9). Foto. M. Tegar Mujahid/ Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID-Kelompok Ternak Ayam Petelur (Ketat) Sejahtera pada Jumat (24/9) menyambangi Pemprov Lampung. Mereka menyuarakan tuntutan ditengah harga pakan yang tinggi dan harga telur ayam yang anjlok.

“Hari ini kami ke sini untuk menyampaikan lima poin penting yang menjadi tuntutan kami, yang pertama tentang harga pakan yang sangat tinggi. Pakan dalam satu bulan bisa naik sampai 5x dan saat ini harga terendah Rp360. Untuk kualitas pakan juga sudah standar dan kadangkala tidak sesuai dengan saat ini,” kata Ketua Kelompok Ternak Ayam Petelur (Ketat) Sejahtera Mandiri, Yoce H Sadok usai audensi dengan Pemprov Lampung di Ruang Abung, Balai Keratun.


Kedua, harga telur yang sangat drastis turun saat ini membuat seluruh peternak ayam terpukul. Harga per kilogram telur saat ini mencapai Rp17 ribu di harga posko, tapi harga jual dari kandang bisa Rp15 ribu sehingga ini jadi beban bagi peternak kecil.

“Kemudian tuntutan kami yang ketiga adalah sistem CN yang jual harga pos hanya Rp17 ribu diambil tengkulak itu harus dengan harga eceran Rp2 ribu atau Rp2.500. Sehingga menjadi beban buat kami, ini hanya jadi keuntungan bagi pengusaha besar dimana mereka sudah mendapat keuntungan pakan,” lanjutnya.

Baca Juga:   Perampasan Mobil Diduga Libatkan Oknum Anggota Polri

Sehingga, para peternak berharap, pemerintah bisa mengatur harga jual, harga pembelian dari kandang harus di stabilkan. “Jangan sampai diambil untung hanya untuk tengkulak,” tambahnya.

Selanjutnya, tuntutan keempat adalah masalah pinjam kredit. Yoce menyebutkan pihaknya sangat susah mengembalikan pinjaman kredit saat ini karwna terdampak dari harga pakan tinggi dan harga telur yang.

Dan tuntutan kelima adalah mengenai UMKM. Menurutnya, pemerintah selalu membicarakan mengenai UMKM. Para peternak juga ingin mengetahui apakah mereka masuk dalam UMKM atau tidak. Sedangkan selama ini juga mempekerjakan orang lain yang harus di tanggung.

“Karena kami belum pernah dapat bantuan UMKM, paling hanya sekedar pendaftar tapi tidak pernah dapat bantuan. Kami juga tidak pernah mendapat bantuan seperti petani atau yang lain, harapan kami pemerintah dapat memperhatikan bantuan apa yang bisa didapat,” katanya.

Dengan kedatangan tersebut, peternak ayam petelur berharap ada kedepan ada perhatian kepada peternak ayam petelur kecil.

Baca Juga:   Nirwana Tunjukkan Sikap Loyal dan Pemimpin Matang

Merespon kehadiran peternak ayam petelur ini, Sekprov Lampung Fahrizal Darminto mengatakan siap menampung aspirasi para peternak ayam petelur. Namun, persoalan yang dihadapi saat ini memang terjadi secara nasional.

“(Persoalan) Telur di hilir persoalan nya harga pakan yang meningkat, kenapa harga pakan meningkat karena ada faktor-faktor. Kenapa harga telur turun karena demandnya turun, karena Covid-19 restoran tutup, warung-warung turun. Namun harga pakan tidak turun, peternak terjepit di tengah-tengah. Tadi kita sudah berdiskusi kita serap aspirasi nya, memang mereka membutuhkan dukungan,” beber Fahrizal.

Maka, Pemprov Lampung melalui Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Lampung akan mempelajari sehingga skema fasilitasi UMKM bisa dilakukan. Kemudian Dinas Perdagangan dan Perindustrian juga hadir dan akan mencoba bagaimana agar harga bisa stabil. Kemudian Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan bisa membantu masalah teknis agar usaha bisa lebih bertahan dan efisien. “Kita akan tampung dan akan berikan upaya maksimal,” tandasnya. (rma/wdi)




  • Bagikan