Harga Sapi di Produsen Naik, Semua Menjerit

  • Bagikan
Harga daging sapi yang belum turun, membuat pedagang dan konsumen menjerit. Foto dibidik di Pasar Gintung beberapa waktu lalu. Foto M.Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Usai Hari Raya Idul Fitri, harga daging sapi di tingkat pengecer belum mengalami penurunan. Bahkan, harga daging sapi cenderung mengalami kenaikan karena harga sapi di tingkat produsen juga naik.

Hal itu dikatakan Ketua Persatuan Pedagang Daging Bandarlampung Tampan Sujarwadi. Ia mengatakan, harga sapi di tingkat produsen mengalami kenaikan sehingga berimbas pada harga jual daging sapi di tingkat konsumen atau harga ecer.

“Karena harga sapi mengalami kenaikan dengan harga yang bervariasi, Rp50 ribu sampai Rp53 ribu per kilogramnya, sehingga harga jual ke konsumen pun naik, saat ini Rp125 ribu sampai Rp130 ribu,” katanya, Rabu (16/6).

Tampan menjelaskan, sejak Oktober tahun lalu sampai Januari, memang ada kenaikan sapi hingga di angka Rp3 jutaan. Pada Januari, para pedagang sudah menyesuaikan harga jual ke tingkat konsumen. Menurutnya, banyak faktor yang menyebabkan harga sapi naik, di antaranya harga pakannya yang juga mahal. Tetapi, yang menjadi permasalahannya, jika harga sapi naik, tetapi harga daging tidak naik, tentu akan memberatkan pedagang.

Baca Juga:   Dirut bank bjb Yuddy Renaldi Raih Penghargaan CEO Terbaik BPD di Indonesia

“Sehingga sekitar dua hari lalu, pedagang berkumpul untuk menghitung kembali, bukan mogok jualan. Jadi menyesuaikan kembali harga jual daging di tingkat eceran. Karena setelah lebaran kemarin, kami menahan kerugian, kata lainnya, pedagang ini sudah menjerit. Sejak akhir tahun mungkin, sapi dari negara asalnya naik, dan sapi lokal juga naik,” ungkapnya.

Tampan melanjutkan, persediaan daging sapi masih aman, hanya saja sebagian pedagang tidak melakukan pemotongan secara berlebihan karena juga untuk menyesuaikan harga jual ke tingkat konsumen.

“Kami minta pedagang menjual Rp125 ribu sampai Rp130 ribu. Bahkan di Jakarta sudah naik sejak mau lebaran di kisaran Rp135 ribu sampai Rp140 ribu per kg. Kami sempat turun di kisaran Rp120 ribu, tapi pedagang menjerit terus, merugi,” ucapnya. (rur/sur)




  • Bagikan