Harga TBS Sawit di Pesbar Turun Drastis, Rp1.500 per Kilogram


ILUSTRASI/FOTO WWW.ASIANAGRI.COM

RADARLAMPUNG.CO.ID – Harga jual tandan buah segar (TBS) sawit di tingkat petani di Pesisir Barat (Pesbar) menurun tajam. Kondisi terjadi sejak Senin (25/4), setelah ada pengumuman larangan ekspor bahan baku minya goreng oleh pemerintah.

Diketahui, pemerintah melarang ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil). Tidak hanya bahan baku minyak goreng seperti refined, bleached, deodorized (RBD) Palm Olein. Ketentuan ini mulai berlaku Kamis (28/4).





Menurut Anton, salah seorang petani di Pesbar, harga sawit di tingkata tpetani saat ini menjadi Rp1.500 per kilogram, dari sebelumnya Rp2.500 per kilogram. ”Penurunan itu terjadi di seluruh pabrik kelapa sawit. Sebab harga jual TBS sawit juga ditentukan oleh pabrik,” kata Anton.

Baca Juga:   Kejati dan KPK RI Turut Monitor Temuan BPK Mengenai Pengelolaan Uang Anggaran Pemprov Lampung

Anton mengungkapkan, penurunan harga TBS sawit berdampak pada biaya operasional petani. Baik perawatan hingga pemanenan dan sebagainya. Termasuk biaya pengangkutan.

Sebab jika dihitung, dengan harga Rp1.500 per kilogram, petani hanya menerima bersih hasil panen sebesar Rp750 untuk tiap kilogram.

”Petani hanya menerima bersih 50 persen dari harga jual. Sisanya untuk biaya operasional sawit hingga pengangkutan hasil panen,” jelasnya.

Dilanjutkan, petani masih memperoleh keuntungan yang minim. Namun bisa rugi. ”Padahal di Pesbar ini merupakan salah satu penghasil TBS sawit. Rata-rata setiap hari hasil panen mencapai 600 ton,” sebut dia. (yan/ais)