Hari Ibu Ke-92, DPD PDIP Lampung Gelar Rapid Tes Massal

  • Bagikan
DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Lampung menggelar rapid tes dalam peringatan Hari Ibu ke-92, Rabu (23/12). FOTO ALAM ISLAM/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Sejumlah kegiatan digelar DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Lampung dalam peringatan Hari Ibu ke-92.

Salah satunya rapid tes yang dilaksanakan di Sekretariat DPD PDIP, Rabu (23/12). Kegiatan tersebut diikuti kader perempuan dan masyarakat umum.



Ketua pelaksana peringatan Hari Ibu Aprilliati, S.H., M.H., mengatakan, bhakti sosial tersebut dilatarbelakangi keterpanggilan terhadap kurangnya sosialisasi dan kekurangtahuan masyarakat terhadap penyebaran virus Corona.

Baca Juga:   PTM Penuh di Pesawaran Mulai Februari

“Karena itu kami melaksanakan bhakti sosial rapid tes. Ada 100 peserta yang mengikuti kegiatan ini. Kader perempuan dan masyarakat umum,” kata Aprilliati.

Rapid tes yang berlangsung di Sekretariat DPD PDIP Lampung dalam rangkaian peringatan Hari Ibu ke-92, Rabu (23/12). FOTO ALAM ISLAM/RADARLAMPUNG.CO.ID

Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak DPD PDIP Lampung ini menuturkan, kegiatan tersebut akan dilakukan berkelanjutan.

“Kita belum tahu kapan pandemi berakhir. Karena itu, kader perempuan harus jadi perhatian. Terlebih mereka memiliki kegiatan yang cukup banyak. Mulai dari mengurus rumah tangga hingga kegiatan partai,” tegasnya.

Baca Juga:   PTM Penuh di Pesawaran Mulai Februari

Aprilliati melanjutkan, ibu adalah pahlawan dalam rumah tangga. Mereka sangat berperan memberikan edukasi kepada keluarga dan anak-anak untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Karena itu, sehatkan keluarga besar kita. Mulai dari rumah tangga, pengurus partai dan masyarakat pada umumnya,” tandas Ketua Fraksi PDIP DPRD Lampung ini.

Baca Juga:   PTM Penuh di Pesawaran Mulai Februari

Lebih jauh Aprilliati mengungkapkan, dalam rangkaian peringatan Hari Ibu ke-92, sebelumnya digelar lomba tanaman hidroponik dan pemeliharaan ikan lele. Ini merupakan salah satu upaya mendukung ketahanan pangan.

“Kemudian webinar dengan peserta menggunakan atribut kearifan lokal,” kata dia. (ais)

 






  • Bagikan