Hari Pertama Penyekatan, Lima Orang Didapati Positif Covid-19

  • Bagikan
Walikota Bandarlampung Eva Dwiana saat meninjau langsung posko penyekatan di jalan Ryacudu, Sukarame, di hari pertama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro, pada Rabu (7/7). Foto M. Tegar Mujahid/ Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana bersama Forkopimda setempat meninjau pasar dan posko penyekatan di hari pertama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro, pada Rabu (7/7).

Terpantau, rombongan pertama mengunjungi Pasar Bambu Kuning, lalu Pasar Pasir Gintung, Pasar Koga, dan Pasar Wayhalim. Di sana Eva memberikan imbauan penerapan 5M kepada pedagang maupun pengunjung.

Usai dari pasar, orang nomor satu di Kota Tapis Berseri itu memantau penyekatan di Jl. Ryacudu, Sukarame. Di sana rombongan memantau kendaraan-kendaraan yang masuk Bandarlampung dan melihat kartu vaksin dan surat swab antigen, sebagai syarat melintas.

Selama berada di posko penyekatan Sukarame, setidaknya ditemukan lima masyarakat positif Covid-19 setelah dilakukan Swab Antigen. Kelimanya berasal dari pulau Jawa hendak menuju Tanggamus, Pringsewu, dan Pesawaran.

Eva menjelaskan, pasca ditetapkan Bandarlampung zona merah oleh pemerintah pusat, Kota Tapis Berseri melakukan pengetatan kepada masyarakat yang masuk kota. Satgas menyiapkan dokter, alat Swab Antigen, dan petugas di setiap posko. Serta Rumah Sakit Unila sebagai tempat isolasi.

Baca Juga:   Delapan Reklame Ditempel Stiker Tak Bayar Pajak dan Terancam Ditebang

“Khususnya untuk daerah Sukarame arah ke Bakauheni, tadi terdapat beberapa orang positif Covid-19. Langsung kita isolasi di Rumah Sakit Unila. Kita tidak berhenti akan terus menyekat dari daerah lain yang datang ke Bandarlampung. Kalau memang negatif kita teruskan perjalanan dan kalau ada reaktif kita bawa ke RS Unila,” terangnya, Rabu (7/7).

Mantan anggota DPRD Lampung itu memohon maaf kepada masyarakat, khusunya di Bandarlampung. “Jika ada saudara akan datang ke sini, bunda bersama Forkopimda mohon maaf lahir batin tolong kebersamaan kita dan pengertiannya, mudah-mudahan kota kita segera masuk zona kuning dan hijau,” ujarnya.

Tempat wisata pun saat ini tidak dapat buka dulu. Begitu juga dengan mall, angkringan dan sebagainya telah diatur jam oprasionalnya. “Minta tolong kerjasamanya kita saling menjaga. Dan Bunda yakin masyarakat Bandarlampung taat semua,” ucapnya.

Baca Juga:   Maaf, Stok Vaksin di Bandarlampung Sedang Kosong

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bandarlampung Edwin Rusli mengatakan, hari pertama penyekatan ditemukan lima orang reaktif Covid-19 dan dimasukan ke Rumah Sakit Unila. “Kita bawa ke RS Unila. Jumlah tempat tidurnya ada 26, dan sudah terisi 16 orang” ucapnya.

Dia menjelaskan, masyarakat yang ditemukan reaktif di lokasi penyekatan akan dibawa ke rumah sakit unila, untuk kemudian dijemput Dinkes asal masyarakat tersebut. “Tadi kan ada dari Pesawaran yang reaktif. Kita telpon Dinkes Pesawaran. Nanti dirawat sesuai KTP. Sebelum dijemput, nunggu di RS Unila dulu,” ucapnya.(pip/sur)




  • Bagikan