Hari Pertama Penyekatan, Masih Ada 1.300 Orang Menyeberang ke Pulau Jawa

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Hari pertama penyekatan mudik lebaran, sebanyak 1.300 orang menyeberang dari pelabuhan Bakauheni menuju Merak.

Humas ASDP Bakauheni Lamsel, Saifullah Harahap mengatakan, mulai hari ini (6/5), Pemerintah telah membatasi pemudik untuk bepergian keluar kota hingga 17 Mei 2021, kecuali benar-benar dalam keadaan mendesak dan perlu.

“Jadi, mulai hari ini (6/5), kami sudah tidak terima lagi penumpang yang ingin mudik, kecuali dalam keadaan mendesak dan kendaraan logistik,” ungkap Saiful, Kamis (6/5).

Adanya pembatasan pemudik tersebut, sambung Saiful, menyebabkan ada penurunan penumpang yang akan menyeberang dari pelabuhan Bakauheni menuju Merak. “Kalau dibandingkan hari kemarin (Rabu,red), Penurunannya sangat drastis,” ucapnya.

Dia menjelaskan, penumpang yang berangkat dari pelabuhan Bakauheni menuju Merak sebanyak 1.300 orang, terdiri dari Pejalan kaki sebanyak 9 orang dan berada didalam kendaraan berjumlah 1.291 orang.

Baca Juga:   Rapid Tes Antigen, 19 Pegawai Pemkab Tanggamus Reaktif, Salah Satunya Kepala OPD

Jika dibandingkan pada hari sebelumnya, yakni Rabu (5/5), penumpang yang menyeberang ke pulau Jawa berjumlah 5.658 orang, terdiri dari Pejalan kaki sebanyak 342 orang dan Dalam kendaraan 5.316 orang.

“Kalau dibandingkan pada hari sebelumnya, ada penurunan sekitar 4.358 orang,” ujarnya.

Untuk kendaraan yang menyeberang dari pelabuhan Bakauheni menuju merak, ada sekitar 1.018 unit, terdiri dari kendaraan Roda dua sebanyak 7 Unit, Roda empat sebanyak 143 Unit, Bus 3 Unit dan Truk 865 Unit.

“Kalau hari Rabu (5/5), jumlah kendaraan yang melintas ada 1.844 unit, terdiri dari Roda dua (110), Roda Empat (595) Unit, Bus (59) dan truk (1.080). Jadi, ada penurunan sekitar 826 unit,” bebernya.

Baca Juga:   Kabar Duka, Kepala Dishub Tanggamus Meninggal Dunia

Terkait masih adanya penumpang yang menyeberang dari pelabuhan Bakauheni menuju Merak, Saiful mengaku hal tersebut sudah melalui proses screening dan cek point di pos-pos yang sudah disediakan.

“Sebelum masuk ke pelabuhan, mereka kan harus mengikuti proses screening dan cek point. Nanti, dalam cek point itu, diperlihatkan dokumen-dokumen pendukung untuk menyeberang. Kalau sudah di cap oleh pos-pos penjagaan dan cek point, kami persilahkan mereka menyeberang. Kami hanya menyambungkan saja. Boleh atau tidaknya mereka menyeberang, kuncinya ada di cek point itu,” tegasnya. (yud)



  • Bagikan