Hari Pertama PPKM Darurat, Walikota Bandarlampung Lakukan Sidak, Ini Hasilnya

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Walikota Bandarlampung, sekaligus Ketua Tim Satgas Covid-19 Bandarlampung, melakukan sidak swalayan hingga lokasi penyekatan pembatasan jalan di hari pertama Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di kota Tapis Berseri.

Lokasi dimulai dari Fitrinof di Jalan ZA.Pagar Alam,  Surya Swalayan,  Penyekatan Jl.Kimaja dan lainnya.

Dari hasil pemantauan PPKM Darurat hari pertama (12/7) di kota Bandarlampung, Walikota Eva Dwiana menyampaikan, masyarakat Bandarlampung sudah mulai sadar akan protokol kesehatan (prokes) covid-19.

Terutama, Tim Satgas Kelurahan maupun Kecamatan,lanjut Eva, ikut memantau pelaksanaan Prokes terhadap warganya.

Termasuk, pelaku usaha esensial bentuk cafe/restoran/warung nasi sudah memberlakukan Take Away tidak makan ditempat. “Ada beberapa usaha masih saja memberlakukan usahanya bukan secara takeaway, tapi makan ditempat. Sehingga Satgas Covid-19 dengan terpaksa meminta menutup toko tersebut,”ucapnya.

Baca Juga:   Salurkan 1.000 Paket Sembako, Bunda Eva Berharap Tepat Sasaran

Oleh sebab itu, Bunda Eva berharap untuk pengusaha restaurant/cafe mohon kerjasama baik insyallah Bandarlampung akan kembali zona aman.

Terpisah, Kepala BPBD Bandarlampung, Syamsul Rahman juga melakukan sidak PPKM Darurat hari pertama (12/7) salah satu di Kampus Umitra Jl.ZA.Pagar Alam. “Tadi kami mendapat laporan, dilokasi itu (Fitrinof swalayan, red)  terjadi kerumunan, jadi kami tinjau lokasi,” jelasnya.

Menurutnya, sanksi yang diberikan masih bersifat persuasif, yakni berupa teguran (himbauan) untuk mematuhi Prokes 5 M dan panduan PPKM Darurat sesuai intruksi Walikota Bandarlampung Eva Dwiana.

“Seperti himbauan Ibu Walikota Bandarlampung, Eva Dwiana, kedepankan Persuasif (teguran lisan). Kalau sudah 3 kali dilakukan tindakan persuasif tidak diikuti, dengan terpaksa lakukan penyegelan,” tegasnya. (gie/yud)




  • Bagikan