Hati-hati, Ikan Berformalin Masuk Tanggamus

  • Bagikan
ILUSTRASI/FOTO NET

radarlampung.co.id – Gelombang tinggi di perairan Teluk Semaka, Tanggamus berdampak pada sulitnya nelayan lokal mencari ikan. Ini menyebabkan kenaikan harga ikan.

Tidak hanya itu. Kondisi tersebut dimanfaatkan pihak tertentu untuk memasukkan ikan yang diduga mengandung formalin.

Hal ini diakui salah seorang penjual ikan di Kotaagung. Ikan tersebut dikemas dalam boks dan sudah beku. ”Harganya memang lebih murah dari ikan lokal hasil nelayan Tanggamus. Tapi saya takut. Sebab ikan itu seperti mengandung formalin,” kata pedagang yang enggan disebutkan namanya ini.

Ikan tersebut kebanyakan dari jenis tongkol, selar dan kembung. “Untuk tongkol ukuran lebar dua jari saja satu kilonya dijual Rp18.000. Sementara untuk ikan tongkol dari perairan Tanggamus, nggak dapat segitu. Harganya Rp30. 000 per kilogram. Sebab ikan lagi mahal karena gelombang tinggi,” ujarnya.

Baca Juga:   Pasar Bakauheni Terbakar, Ratusan Kios Hangus

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Dinas Perikanan Tanggamus Yazed mengaku belum mengetahui infroamsi masuknya ikan diduga berformalin. ”Kita belum terima informasi adanya ikan dari luar Tanggamus yang masuk. Tapi kita akan segera cek. Terima kasih infonya,” kata Yazed mewakili Kepala Dinas Perikanan Tanggamus Edi Narimo, Selasa (8/1).

Yazed tidak membantah ada potensi ikan dari luar yang masuk dan mengandung formalin. Sebab pernah ada kejadian ikan dalam boks dari Tiongkok masuk ke Tanggamus dan mengandung formalin.

“Tahun kemarin, saat menjelang Lebaran, tim monitoring pemkab sidak di Pasar Gisting dan Talangpadang. Saat dicek, ikan dalam boks mengandung formalin,” sebut dia.

Baca Juga:   RS Darurat Asrama Haji Rajabasa Siap Digunakan Pekan Depan

Yazed juga memberikan tips agar masyarakat bisa membedakan antara ikan berformalin dan tidak. “Ikan berformalin itu, keras dan kaku. Kemudian warna insang sudah tidak cerah dan tidak dihinggapi lalat,” kata dia.

Terpisah, Sekretaris Dinas Kesehatan Tanggamus Taufik Hidayat mengatakan, jika dikonsumsi dalam waktu lama, ikan mengandung formalin bisa menyebabkan gangguan kesehatan.

”Kalau jangka pendek, efeknya hanya mual dan muntah. Dengan catatan, kalau dikonsumsi dalam jumlah banyak. Tapi kalau jangka panjang, terjadi residu dan dapat merusak fungsi hati, ” kata Taufik mewakili kepala Diskes Tanggamus Sukisno. (ral/ehl/ais)




  • Bagikan