Hayo…, Komisi III Urung Realisasikan Janji Kirim Surat Rekomendasi Mercure

  • Bagikan
Sekretaris Daerah Kota Bandar Lampung Badri Tamam di Sheraton Hotel Lampung, Kamis (18/10). Foto Melida Rohlita/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Terkait pemberhentian sementara proyek Grand Mercure, di Jl. Raden Intan, Bandarlampung, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung merasa masih belum menerima surat rekomendasi pemberhentian dari DPRD setempat.

Meski demikian, Sekretaris Kota (Sekkot) Bandarlampung Badri Tamam menuturkan, pihaknya berharap manajemen Grand Mercure segera melaksanakan apa yang telah disepakati rapat bersama pihak DPRD, Rabu (23/1) lalu.

“Ya mereka harus segera melakukannya, misalnya tentang K3 harus segera dilakukan untuk memberikan rasa aman bagi pekerjanya sendiri, lingkungan sekitar, juga masyarakat,” ujarnya saat ditemui di lingkungan Pemkot Bandarlampung, Jumat (25/1).

Ditanya mengenai penutupan sementara, Badri Tamam mengaku belum menerima surat rekomendasi pemberhentian sementara dari DPRD Bandarlampung. “Karena surat dari DPRD belum ada, jadi belum bisa dihentikan,” kata dia.

Baca Juga:   Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Penganiayaan Perawat, Dinkes Apresiasi Polresta

Lalu, apakah proyek masih tetap berjalan? Ia menuturkan pihak proyek telah membatasi ruang kerjanya. “Misal yang bermasalah tidak dikerjakan, dan mengerjakan yang tidak bermasalah,” ungkapnya.

Ia juga mengaku telah meminta manajeman Grand Mercure segera melengkapi K3. “Saya contohkan jaring yang berada di sekitar bangunan harus lebih kuat agar kalaupun ada jatuhan benda dari proyek dapat menyangkut dan tidak sampai mengenai bangunan atau masyarakat yang ada di sekitarnya,” tukasnya.

Komisi III DPRD Bandarlampung mengakui surat rekomendasi pemberhentian sementara proyek pembangunan Grand Mercure belum dikirim ke Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung, hingga Kamis (24/1).

Namun, menurut angggota Komisi III DPRD Bandarlampung Yuhadi, surat rekomendasi tersebut akan dikirim Jumat (25/1) mendatang. “Memang belum kita kirim, Jumat baru akan kita kirim,” ujarnya kepada Radarlampung.co.id. Artinya, ucapan tersebut belum mampu ditepati Komisi III. (pip/sur)




  • Bagikan